Berita, Nasional

Rismon Tak Layak Jadi Narsum TV Sebelum Buktikan Ijazah S2 dan S3 Asli

Repelita.id

22 April 2026 21:54 WIB

Rismon Tak Layak Jadi Narsum TV Sebelum Buktikan Ijazah S2 dan S3 Asli
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Seorang penulis bernama Erizal menegaskan bahwa Rismon Sianipar sama sekali tidak layak tampil di televisi sebagai narasumber sebelum ia mampu membuktikan keaslian ijazah S2 dan S3 miliknya sendiri.

Erizal menyampaikan rasa muak dan jijiknya melihat penampilan Rismon di program Rakyat Bersuara milik iNewsTV yang dipandu oleh Aiman Witjaksono karena ketidaklayakan moral tersebut.

ADVERTISEMENT

Kekesalan itu tidak muncul karena keyakinannya tentang asli atau palsunya ijazah Presiden Joko Widodo, melainkan karena Rismon sendiri belum pernah sekalipun membuktikan ijazahnya.

Menurut Erizal, Rismon adalah sekaligus sebab dan akibat dari kegaduhan berkepanjangan yang melingkupi kasus ijazah Jokowi hingga saat ini.

Kegaduhan tersebut tidak kunjung berhenti dan cenderung semakin meluas serta liar, juga karena peran aktif Rismon yang terus diberi panggung.

Erizal mengaku termasuk dalam golongan orang yang ingin kebenaran dalam kasus ini segera terungkap, tetapi bukan dengan cara menghadirkan narasumber yang kredibilitasnya diragukan.

Ia berpendapat bahwa iNewsTV melalui program Rakyat Bersuara atau Aiman Witjaksono seharusnya tidak lagi mengundang Rismon sebelum yang bersangkutan memenuhi syarat dasar sebagai narasumber.

Syarat paling mendasar tersebut adalah membuktikan bahwa ijazah S2 dan S3 dirinya di Yamaguchi, Jepang, adalah asli, bukan palsu.

Cerita tentang penelitian, digital forensik, dan kajian ilmiah yang sering digembar-gemborkan Rismon dulu dan kini dinilai sudah kedaluwarsa tanpa bukti keaslian ijazahnya sendiri.

Erizal menegaskan bahwa sebelum iNewsTV mengundang Rismon untuk membuktikan keaslian ijazah Jokowi, seharusnya Rismon ditagih lebih dulu untuk membuktikan ijazahnya.

Yang menjadi pertanyaan publik adalah apakah ijazah S2 dan S3 Rismon termasuk dugaan surat kematian yang dibuat istrinya adalah dokumen asli atau malah palsu.

Erizal mencontohkan bahwa hal serupa pernah dilakukan oleh Arsul Sani yang dengan tegas mempertanyakan keaslian dokumen-dokumen milik Rismon di ruang publik.

Rismon dinilai kurang pantas membuka aib orang lain mengingat dirinya sendiri belum mampu membersihkan namanya dari dugaan pemalsuan ijazah.

Sikap Rismon yang berteriak kepada mantan pengacaranya dengan nada "siapa Anda?" dianggap sebagai tindakan yang tidak tahu malu dan tidak beretika.

Padahal, pengacara itulah yang dulu sudah pasang badan membela dirinya dan Rismon tidak pernah mengeluarkan uang satu rupiah pun untuk membayar jasanya.

Erizal menyebut sikap Rismon ini sangat tragis dan tidak mencerminkan rasa terima kasih kepada orang yang pernah membantunya di masa sulit.

Ia menegaskan bahwa apa pun yang dikatakan Rismon terkait keaslian ijazah Jokowi saat ini tidak memiliki nilai apa pun secara moral dan akademik.

Semua pernyataan itu akan tetap hampa selamanya sebelum Rismon sendiri membuktikan terlebih dahulu keaslian ijazah yang ia klaim miliki.

Bahkan, apa yang dikatakan Rismon atau pihak yang mengatasnamakan dirinya berpotensi membuat kasus ijazah Jokowi semakin meluas dan tidak terkendali.

Erizal juga menyoroti bahwa keterlibatan tokoh sekelas Jusuf Kalla dalam kasus ijazah Jokowi sedikit banyaknya adalah karena kontribusi Rismon yang terus memanaskan situasi.

Dengan segala kontroversi yang ada, Rismon dinilai tidak seharusnya diberikan lagi panggung yang luas di televisi nasional.

Televisi seharusnya lebih selektif dalam memilih narasumber yang layak tampil, terutama untuk topik se sensitif keaslian ijazah seorang presiden.

Rismon disebut sudah seharusnya tidak layak tampil di mana pun sebelum ia mampu membuktikan bahwa ijazah S2 dan S3 nya benar-benar asli, bukan palsu.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung