Berita, Nasional

RI Resmi Benarkan Kontrak Awal Pembelian Jet Tempur KAAN Buatan Turki, Diproses Bertahap hingga 2032

Repelita.id

02 April 2026 22:15 WIB

RI Resmi Benarkan Kontrak Awal Pembelian Jet Tempur KAAN Buatan Turki, Diproses Bertahap hingga 2032
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kementerian Pertahanan RI secara resmi membenarkan adanya kontrak awal pembelian pesawat tempur generasi kelima KAAN buatan Turkish Aerospace Industries (TAI) dari Turki.

Kontrak tersebut saat ini tengah dalam proses aktivasi melalui mekanisme pinjaman luar negeri bersama Kementerian Keuangan.

ADVERTISEMENT

Konfirmasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemenhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, saat dikonfirmasi di Jakarta pada Kamis.

"Untuk KAAN, sudah ada kontrak awal dalam jumlah terbatas yang saat ini masih dalam proses aktivasi melalui mekanisme pinjaman luar negeri bersama Kementerian Keuangan," kata Rico.

Pernyataan ini sekaligus menjadi konfirmasi resmi pertama dari pihak pemerintah Indonesia bahwa kesepakatan pembelian jet tempur KAAN bukan sekadar wacana melainkan sudah memiliki landasan kontraktual yang nyata.

Sebelumnya, informasi soal rencana pembelian pesawat tempur KAAN telah beredar melalui akun Instagram khusus informasi pertahanan @isds.indonesia.

Dalam unggahan yang diposting pada pertengahan tahun 2025 tersebut, akun itu menjelaskan bahwa kontrak pembelian diteken antara Kemenhan dan Turkish Aerospace Industries pada gelaran pameran pertahanan internasional IDEF di Istanbul.

Menurut informasi yang beredar, Indonesia berencana membeli 48 unit pesawat jet tempur KAAN dengan nilai kontrak mencapai 15 miliar dolar AS atau setara Rp251 triliun.

Angka tersebut menjadikannya salah satu kontrak pengadaan alutsista terbesar dalam sejarah Indonesia jika terkonfirmasi secara penuh.

Pengiriman unit-unit tersebut dikabarkan baru akan dimulai pada tahun 2032 mendatang mengingat KAAN sendiri masih dalam tahap pengembangan dan produksi awal oleh Turkish Aerospace Industries.

Meskipun membenarkan adanya kontrak awal, Brigjen Rico belum bersedia merinci lebih jauh soal jumlah unit maupun besaran anggaran yang akan dikeluarkan.

Ia hanya menegaskan bahwa proses pengadaan akan berlangsung secara bertahap sesuai dengan kesiapan anggaran dan kebutuhan TNI.

Pernyataan yang terbatas ini dinilai wajar dalam konteks negosiasi pengadaan alutsista yang masih berjalan secara intensif.

Namun demikian, konfirmasi adanya kontrak awal sudah cukup untuk memastikan bahwa keseriusan Indonesia dalam mengakuisisi KAAN bukan sekadar spekulasi belaka.

KAAN adalah pesawat tempur siluman generasi kelima yang dikembangkan sepenuhnya oleh Turki melalui Turkish Aerospace Industries sebagai penerus F-16 di Angkatan Udara Turki.

Pesawat ini memiliki kemampuan stealth, avionik canggih, dan desain aerodinamis yang sejajar dengan jet tempur generasi kelima lainnya seperti F-35 buatan Amerika Serikat maupun Su-57 milik Rusia.

KAAN melakukan penerbangan perdananya pada Februari 2023 dan terus menjalani serangkaian uji terbang intensif sebelum memasuki fase produksi penuh.

Bagi Indonesia, akuisisi KAAN akan menjadi lompatan teknologi yang sangat signifikan bagi TNI AU dari generasi keempat menuju generasi kelima yang jauh lebih canggih.

Keputusan Indonesia untuk melirik KAAN dari Turki mencerminkan strategi diversifikasi sumber alutsista yang semakin konsisten diterapkan dalam beberapa tahun terakhir.

Indonesia tidak lagi menggantungkan kebutuhan pertahanan pada satu atau dua negara pemasok, melainkan memperluas kemitraan ke berbagai negara termasuk Turki.

Publik dan kalangan pertahanan kini menantikan pengumuman resmi lebih lanjut dari Kemenhan terkait kepastian jumlah unit, nilai kontrak final, dan mekanisme teknis pinjaman luar negeri.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung