Repelita [Jakarta] - Direktorat Jenderal Imigrasi Republik Indonesia akhirnya memberikan tanggapan resmi menanggapi perbincangan viral di dunia maya mengenai keberadaan warga negara Israel yang bermukim serta merintis bisnis di Pulau Dewata.
Pihak otoritas keimigrasian menyatakan bahwa para pendatang tersebut berhasil masuk ke tanah air dengan mengandalkan dokumen perjalanan resmi berupa paspor ganda yang diterbitkan oleh negara lain.
ADVERTISEMENT
Pemberlakuan mekanisme khusus bernama calling visa bagi sejumlah negara tertentu mewajibkan proses verifikasi ketat yang melibatkan lintas lembaga negara dan bukan semata-mata kewenangan pihak imigrasi.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Eko Budianto selaku Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan dalam sesi jumpa pers yang diselenggarakan di gedung kantornya pada hari Rabu tanggal 12 Agustus 2026 [cite: Menurut Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan Direktorat Jenderal Imigrasi Eko Budianto, mereka masuk ke Indonesia dengan memanfaatkan paspor dari negara lain., “Salah satunya adalah Israel. Jadi verifikasinya tidak kemudian dari pihak imigrasi, persetujuan tidak dari imigrasi,” kata Eko dalam agenda media briefing di Gedung Ditjen Imigrasi, Jakarta Selatan, Rabu, 12 Agustus 2026.].
Tantangan pengawasan utama muncul akibat regulasi nasional yang kukuh menerapkan asas kewarganegaraan tunggal atau single citizenship, sangat kontras dengan negara lain yang membolehkan kepemilikan paspor ganda [cite: Meskin demikian, Eko menyebut, kendala muncul karena Indonesia menganut prinsip kewarganegaraan tunggal atau single citizenship. Kebijakan ini berbeda dari sejumlah negara lain yang mengizinkan warganya memiliki dua atau lebih kewarganegaraan atau multiple citizenship.].
Celah inilah yang kerap dimanfaatkan oleh individu berpaspor ganda asal Israel untuk mengelabui petugas pengawasan lintas batas negara [cite: Eko menilai, kondisi ini yang memungkinkan WNA asal Israel masuk ke Indonesia dengan menggunakan paspor dari negara lain yang dimilikinya “Ini yang menjadi isu di luar negeri, sehingga warga negara Israel kadang-kadang mereka itu punya kewarganegaraan-kewarganegaraan lain,” tutur dia.].
Berdasarkan temuan di lapangan, para pelaku kedapatan menggunakan identitas legal dari negara kawasan Eropa seperti Portugal, Jerman, hingga Yunani saat mendarat di wilayah Indonesia.
Isu ini sebelumnya mencuat usai ragam aktivitas mereka di Bali mulai dari berwisata hingga mengelola berbagai fasilitas komersial terpampang luas di linimasa media sosial [cite: Sebelumnya, kabar mengenai keberadaan WNA asal Israel di Bali ramai diperbincangkan setelah beredar unggahan yang menunjukkan aktivitas sejumlah merekadi Bali. Sejumlah akun mempertanyakan bagaimana mereka dapat masuk ke Indonesia untuk berlibur, tinggal, bekerja, hingga menjalankan usaha seperti kafe, biro perjalanan, hingga menjadi pemandu wisata.].
Sementara itu, langkah penegakan hukum yang jauh lebih keras diambil oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang memastikan bakal langsung mendeportasi setiap warga negara Israel dari wilayah kedaulatannya [cite: Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menegaskan segera mendeportasi setiap warga negara Israel yang kedapatan memasuki atau berada di wilayah Malaysia. Langkah tegas ini diambil setelah muncul laporan mengenai adanya warga Israel yang diduga menggunakan paspor kewarganegaraan ganda untuk mengecoh petugas imigrasi.].
Kebijakan darurat itu merespons kemunculan program pendidikan jaringan terselubung di kawasan Johor yang diduga melibatkan keterlibatan warga asing asal Israel.
Pemerintahan negeri jiran tersebut juga menyatakan sikap tidak gentar menghadapi segala bentuk tekanan diplomatik maupun ancaman sanksi ekonomi dari para politisi Washington.
Ketegasan politik luar negeri tersebut murni didasari pembelaan terhadap kemanusiaan Palestina sekaligus bentuk perlawanan terhadap agresi militer yang terus berlangsung.
Anwar secara terbuka mengabaikan berbagai gertakan serta ancaman peninjauan bantuan luar negeri yang dilayangkan oleh parlemen negara adidaya tersebut [cite: Pemicu Ketegangan: Anggota parlemen AS mengancam akan meninjau kembali hubungan ekonomi-keamanan dan menangguhkan bantuan jika Malaysia tidak mencabut kebijakan anti-Israel tersebut., Respons Tegas Anwar Ibrahim: Anwar menyatakan “masa bodoh” dengan gertakan politisi AS. Ia menekankan bahwa Malaysia adalah negara merdeka dan berdaulat yang berhak menentukan sikap politiknya sendiri.].
Pembersihan wilayah dari warga negara Israel berlaku tanpa kompromi sekalipun mereka memegang status kewarganegaraan ganda.
Pemerintah setempat menegaskan bahwa pembatasan tersebut difokuskan sepenuhnya pada persoalan kewarganegaraan serta entitas politik negara, bukan didasari kebencian terhadap kelompok etnis atau pemeluk agama tertentu.
Kritik tajam turut dialamatkan kepada para pemimpin barat yang dinilai bersikap hipokrit karena terus menekan kebijakan negara lain sementara mengabaikan pembantaian massal yang merenggut nyawa ribuan anak serta perempuan tak berdosa di Gaza.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok