Repelita Jakarta - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti menilai perombakan kabinet terbaru yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto masih menunjukkan pola lama.
Hal itu disampaikan terkait pembahasan reshuffle kabinet yang turut menjadi sorotan dalam siaran langsung kanal YouTube Bang Edy Channel, Sabtu 3 Oktober 2026.
ADVERTISEMENT
Ray Rangkuti menyebut perombakan tersebut lebih tepat disebut reposisi ketimbang penyegaran sejati.
Ia menekankan minimnya wajah baru yang masuk dalam susunan Kabinet Merah Putih.
Menurut Ray Rangkuti, “Itu-itu aja lagi itu.
Sebenarnya enggak ada yang terlalu baru dari reshuffle ini.”
Pernyataan tersebut diungkapkan dalam konteks evaluasi terhadap langkah Presiden Prabowo yang telah melakukan tujuh kali perombakan dalam dua tahun pemerintahan.
Ray Rangkuti menilai proses tersebut mencerminkan upaya dejokowinisasi sekaligus gerindranisasi kabinet.
Ia menjelaskan, “Artinya, 25% sudah diganti.
Proses dejokowinisasi jelas sedang berlangsung, sekaligus mengarah ke gerindranisasi kabinet.”
Lebih lanjut, Ray Rangkuti menyoroti bahwa banyak pejabat yang dilantik merupakan figur yang pernah berada dalam pemerintahan sebelumnya.
Menurutnya, langkah ini belum sepenuhnya menjawab harapan publik akan perubahan yang lebih substansial.
Ray Rangkuti menegaskan bahwa perombakan seharusnya membawa orang-orang baru yang mampu menjawab tantangan pemerintahan secara lebih efektif.
Ia menambahkan bahwa frekuensi reshuffle yang berulang kali justru menimbulkan pertanyaan mengenai kapasitas rekrutmen sumber daya terbaik.
Dengan demikian, diskusi mengenai apakah reshuffle ini untuk kepentingan rakyat atau elit terus menjadi bahan perbincangan publik.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok