Repelita Jakarta - Gelombang polemik ketatanegaraan kembali mencuat usai pakar hukum tata negara Refly Harun melontarkan kritik maut terkait persoalan integritas para pejabat publik di tanah air.
Melalui tayangan video singkat di kanal YouTube BRK Falsafah, Refly Harun menguraikan dinamika wacana pemakzulan pimpinan negara yang mulai bergulir di parlemen.
ADVERTISEMENT
Pernyataan akademis yang diunggah secara luas pada Minggu, 11 Oktober 2026 tersebut menyoroti munculnya inisiasi penggalangan dukungan dari salah satu perwakilan rakyat.
"pejabat di indonesia tidak tahu diri saya mendengar walaupun saya kemudian tidak yakin ya ada anggota dpr yang mulai menginisiasi" ujar Refly Harun dalam kutipan transkrip wawancara YouTube pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Dirinya membeberkan bahwa langkah hukum tersebut telah mulai memasuki tahapan pengumpulan berkas tanda tangan kesepakatan formal secara nyata.
"namanya tony tesar dari partai nasdem yang mulai menginisiasi untuk impeachment ada lembar tanda tangannya kemarin saya podcast dengan eh" kata Refly Harun pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Ia juga menyatakan bahwa keberhasilan gerakan konstitusional ini akan sangat bergantung pada besarnya dorongan serta desakan dari seluruh lapisan masyarakat luar.
"tidak karena kalau misalnya kita berharap dari perseorangan anggota dpr untuk berani menginisiasi ini saya enggak yakin maka kemudian ini" ucap Refly Harun menambahkan pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Sikap tegas pimpinan negara dinilai menjadi faktor penentu utama di dalam memulihkan serta menegakkan martabat sistem ketatanegaraan nasional secara menyeluruh.
"perlu adalah gelombang yang dahsyat baik dari civil society maupun kekuatan-kekuatan ee yang ada di parlemen untuk mendorong ini karena" sebut Refly Harun pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Persoalan ini dipandang bukan sekadar komoditas politik kelompok tertentu melainkan sebuah upaya besar untuk menegakkan etika moral kepemimpinan di Indonesia.
"ini kan bukan hanya soal gibran neraka bumi neraka tetapi ini bagaimana bernegara yang benar bagaimana kemudian kita menegakkan integritas" pungkas Refly Harun mengakhiri pandangannya pada Minggu, 11 Oktober 2026.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok