Berita, Timur Tengah

Ratusan Rudal Iran Tembus Pertahanan AS hingga Memohon Gencatan Senjata

Repelita.id

24 April 2026 16:45 WIB

Ratusan Rudal Iran Tembus Pertahanan AS hingga Memohon Gencatan Senjata
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Iran kembali menggempur musuh dengan rentetan rudal yang disebut-sebut berhasil menembus sistem pertahanan udara Amerika Serikat dan Israel.

Klaim kemenangan ini disampaikan Teheran di tengah tekanan perang yang tak kunjung usai, seraya menegaskan bahwa kekuatan militernya masih utuh meski digempur habis-habisan oleh koalisi Barat .

ADVERTISEMENT

Menurut laporan intelijen terbaru, meski AS mengklaim telah menghancurkan ribuan target, Iran justru mengaku bahwa serangan baliknya mampu membuat Gedung Putih memohon gencatan senjata.

Sikap agresif ini dibarengi aksi tegas di laut lepas, di mana Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyita dua kapal besar yang mereka klaim berafiliasi dengan Israel di tengah pengawasan ketat Selat Hormuz .

Insiden penyitaan tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 waktu setempat, ketika kapal kontainer MSC Francesca berbendera Panama dan Epaminondas berbendera Liberia mencoba melintas tanpa izin .

IRGC menuding kedua kapal tersebut melanggar aturan dengan berlayar secara diam-diam dan melakukan manipulasi pada sistem navigasi mereka.

Video propaganda yang dirilis oleh media pemerintah Iran menunjukkan pasukan komando bersenjata lengkap memanjat kapal-kapal tersebut menggunakan perahu karet cepat .

Dalam rekaman itu, terlihat prajurit bertopeng dengan senapan terhunus menggeledah geladak kapal kontainer raksasa di tengah ombak besar.

"Kami menghentikan kapal-kapal ini karena mengganggu ketertiban," bunyi pernyataan IRGC yang dikutip, seraya memperingatkan bahwa tindakan serupa akan dianggap sebagai garis merah .

Di tengah insiden ini, Presiden Donald Trump yang sebelumnya unjuk gigi dengan perintah "tembak dan bunuh" kapal kecil Iran justru memilih untuk memperpanjang gencatan senjata secara sepihak .

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, berusaha meredakan suasana dengan menyatakan bahwa kapal yang disita bukan milik Amerika atau Israel, sehingga tidak dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata .

Namun, supremasi Iran di Hormuz semakin kentara setelah Wakil Ketua Parlemen Hamidreza Haji Babaei mengumumkan bahwa mereka mulai menerima pendapatan pertama dari pungutan terhadap kapal yang melintas .

Langkah ini mengukuhkan Iran sebagai penguasa de facto jalur minyak dunia yang sebelumnya ditakuti AS, bahkan ketika militer Zionis Israel mengaku sedang menunggu lampu hijau dari Washington untuk memulai perang lagi .

Sementara itu, Israel mengakui bahwa meski telah menghantam ribuan tempat peluncuran, Iran diperkirakan masih menyimpan sekitar 1.000 rudal balistik yang siap pakai .

Luasnya wilayah pegunungan Iran dan sulitnya menghancurkan fasilitas bawah tanah membuat program rudal Teheran sulit dilumpuhkan secara permanen .

Dengan Selat Hormuz yang masih tersumbat dan militer AS hanya bisa mengarahkan 31 kapal untuk berbalik arah, kini dunia menunggu apakah Israel benar-benar akan mendapat sinyal untuk melakukan eskalasi, ataukah klaim kemenangan Iran akan menjadi titik balik baru dalam konflik yang berkepanjangan ini.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung