Berita, Viral Sosmed

RANS Carnival Jogja Kena Boikot dan Booming Cancel Culture Imbas Dugaan Potongan Sepihak Pendapatan UMKM

Repelita.id

31 October 2026 16:36 WIB

RANS Carnival Jogja Kena Boikot dan Booming Cancel Culture Imbas Dugaan Potongan Sepihak Pendapatan UMKM
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Gelombang penolakan keras berupa pemboikotan dan budaya pembatalan secara massal kini tengah melanda acara festival hiburan besar di wilayah Yogyakarta.

ADVERTISEMENT

Ulasan mengenai kericuhan tata kelola finansial serta mundurnya para pengisi acara komersial tersebut ramai dibahas melalui platform jejaring sosial Threads baru-baru ini.

Dugaan kapitalisasi sepihak yang merugikan para pedagang kecil menjadi pemicu utama kegagalan total dari proyek promosi yang diinisiasi oleh manajemen artis papan atas.

Informasi krusial mengenai poin-poin penyebab kegagalan tersebut sebelumnya diunggah ke publik oleh akun @zulhilmi.yahya.

"Penyebab RANS Carnival (RC) di Jogja kena boikot dan cancel culture:

  1. Band utama Tipe-X mundur dari pengisi acara
  2. Para MC di Jogja banyak yang menolak job MC di RC
  3. 95% UMKM pengisi RC banyak yang loading out
  4. UMKM diminta share revenue 20% dengan RANS dimana uang hasil penjualan ditampung di QRIS milik RANS dulu
  5. Pencairan share revenue cair setelah 14 hari kerja (udah kayak pemerintah aja)
  6. Mahasiswa abal-abal yang dukung Raffi Ahmad saat deklarasi sumpah pemuda di Jakarta" tulis akun @zulhilmi.yahya pada postingan tertanggal 31 Oktober 2026.

Pemaparan mengenai ketidakjelasan pembagian keuntungan dagang itu langsung memicu kemarahan mendalam serta gelombang kecaman keras dari para pengguna media sosial.

Para netizen secara terbuka meluapkan kekecewaan mereka terhadap sistem penampungan dana transaksi usaha mikro yang dinilai tidak transparan dan membebani permodalan rakyat kecil.

"Bangga banget sama diri sendiri, yang gak pernah follow dia n kroni2nya, gak pernah ngikutin keseharian dia sekeluarga, gak pernah kagum sama pencapaian dia waktu dielu2kan sultan andara,, ya B aja, oh dia artis, MC acara music di RCTI, eh tw nya big money loundry.." ketik kekesalan akun @aprianialkautsar dalam kolom komentar.

"Share revenue 20% trus pencairan 14 hari kerja? KONTOL LU RANS!! JEMBOT KAPITALIS @rans.entertainment" kecam akun @eghabara secara langsung.

"Sungguh kalimat yg bijaksana, kisanak." timpal akun @abrahamsim_94.

"Yg di CV nya ada pengalaman kerja di RANS, sukses deh. Project kalian viral gagalnya." sindir akun @mahakarya.agung.

"Minta jatah 20% tapi semua pembayaran masuk RANS dulu, siapa yang jamin beneran share 80:20, siapa yang jamin bakal dibayar beneran" tutur kekhawatiran akun @fslfkrutm.

"Bener. Dan di laporan keuangan RANS kita gatau berapa omzet yg dilaporin dibanding omzet real" pungkas penegasan dari akun @zulhilmi.yahya selaku penulis utama Threads tersebut.

Sentimen negatif publik akibat ketidakadilan tata kelola bisnis hiburan ini dinilai telah menghancurkan reputasi agensi besar serta memicu kerugian finansial massal bagi sektor UMKM daerah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung