Berita, Nasional

Purbaya Dicopot dari Menteri Keuangan, Pengamat Bongkar Pola Reshuffle Kabinet Prabowo

Repelita.id

17 September 2026 00:03 WIB

Purbaya Dicopot dari Menteri Keuangan, Pengamat Bongkar Pola Reshuffle Kabinet Prabowo
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pergantian posisi Menteri Keuangan yang sebelumnya dijabat oleh Purbaya Yudi Sadewa kembali memicu perhatian mendalam dari berbagai kalangan.

Langkah perombakan ini ditegaskan oleh internal Partai Gerindra sebagai bagian penuh dari hak prerogatif yang dimiliki oleh Presiden Prabowo Subianto selaku kepala negara.

ADVERTISEMENT

Saluran YouTube KOMPAS.TV menayangkan diskusi mendalam yang melibatkan politisi serta pengamat politik guna membedah pola pergeseran figur di dalam Kabinet Merah Putih pada hari Kamis, 17 September 2026.

Perwakilan dari Partai Gerindra, Sugiat, menyatakan bahwa perombakan kabinet merupakan instrumen murni bagi seorang presiden agar roda pemerintahan dapat bergerak mencapai target yang dicanangkan.

Beliau menegaskan hal itu pada hari Kamis, 17 September 2026 dengan berujar, "kalau prinsipnya kan resapel itu instrumen yang dimiliki oleh seorang presiden untuk memastikan kabinetnya itu bisa berjalan dengan baik sesuai dengan target-target atau tujuan-tujuan dari pemerintahan presiden itu sendiri saya pikir memang ya tidak ada sebuah ee kewajiban bagi kami katakanlah sebagai partai pendukung utama Bapak Prabu Subianto untuk ikut cawe-cawe dalam konteks resapel".

Ia juga menambahkan bahwa komunikasi mengenai kondisi riil di lapangan tetap berjalan berkala tanpa mengintervensi keputusan mutlak sang kepala negara.

Sementara itu, pengamat politik Arya Fernandes memberikan pandangan tersendiri mengenai dinamika pencopotan menteri yang dinilai kerap berlangsung secara tiba-tiba bagi publik.

Dalam tayangan yang disiarkan pada hari Kamis, 17 September 2026 tersebut, Arya Fernandes menyampaikan analisisnya, "umumnya resffel terjadi karena satu ee kinerja tentu pasti ya ee ee Presiden menganggap kinerja dianggap kurang baik tapi dia ada juga beberapa reshavel yang terjadi karena menteri dianggap ee berseberangan dengan kebijakan presiden presiden maunya X menteri melakukan Y he atau dianggap tidak loyal terhadap Presiden".

Ia juga menggarisbawahi adanya spekulasi liar di media sosial yang mengaitkan pergantian ini dengan isu pembagian dividen maupun faktor loyalitas.

Mewakili kubu Partai Demokrat, Ahmad Khoirul Umam ikut memberikan respons atas situasi kabinet terkini dalam diskusi yang bergulir pada hari Kamis, 17 September 2026.

Dirinya memaparkan sudut pandang mengenai penataan koalisi besar dengan menyatakan, "sekali lagi ini sudah rumus dasar dalam konteks koalisi pemerintahan ya otoritas tertinggi dalam konteks ee kekuasaan pemerintahan ya hak pregatif presiden tetapi memang ee di dalam mengexercise ee kekuasaan presiden tentu bukan hanya faktor ee teknokrasi tetapi tentu juga ada pertimbangan-pertimbangan lain misal terkait dengan politik dan lain sebagainya".

Menurutnya, karakter mantan menteri yang cenderung terbuka dan blak-blakan adakalanya memunculkan reaksi spontan dari sektor pasar.

Dinamika reshuffle di tubuh pemerintahan dinilai akan terus menjadi instrumen evaluasi berkala demi menjaga soliditas arah kebijakan pembangunan nasional.

Meskipun posisi strategis keuangan mengalami pergeseran figur, proses konsolidasi internal birokrasi di kementerian terkait dipastikan tetap berjalan cepat agar pelayanan publik tidak terganggu.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung