Berita, Nasional

PSI Dukung Wakil Ketua BEM UI Fatimah Azzahra Masuk Badan Komunikasi Pemerintah

Repelita.id

28 July 2026 16:25 WIB

PSI Dukung Wakil Ketua BEM UI Fatimah Azzahra Masuk Badan Komunikasi Pemerintah
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Wacana keterlibatan aktivis kampus Fatimah Azzahra yang menjabat sebagai Wakil Ketua BEM Universitas Indonesia di lingkaran kekuasaan menuai perhatian luas.

Dukungan terbuka atas potensi masuknya tokoh muda tersebut kelembagaan eksekutif datang dari fungsionaris Partai Solidaritas Indonesia, Dian Sandi Utama.

ADVERTISEMENT

Kehadiran sosok dari kalangan intelektual muda dinilai strategis untuk menjembatani jurang komunikasi antara kebijakan negara dan generasi penerus.

Karakteristik kelompok usia muda saat ini dinilai sangat lekat dengan ekosistem digital serta memiliki pola serap informasi yang spesifik.

Populasi Gen Z hari ini sudah lebih dari 75 juta, kelompok generasi yang memegang HP lebih dari sembilan jam sehari, ujar Dian.

Arus informasi berbasis video pendek politik yang dikonsumsi kelompok tersebut dinilai membentuk corak pandang tersendiri terhadap kekuasaan.

Semua tayangan video politik sampai di tangan mereka, dari yang membuat mereka tertawa sampai yang membuat mereka geregetan, ucapnya.

Atas dasar pertimbangan tersebut, ia menyatakan dukungan penuh sekiranya Fatimah dilibatkan dalam Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia.

Saya setuju jika Fatimah masuk Bakom RI, katanya.

Pendekatan terhadap kaum muda dipandang menuntut kepekaan khusus karena watak mereka yang cenderung pragmatis dibanding era sebelumnya.

Gen Z ini tidak seperti milenial, mereka lebih praktis, hati-hati jika mereka sudah mulai merasa kehilangan harapan masa depan, jelasnya.

Potensi kerentanan psikologis kelompok usia tersebut apabila tidak terakomodasi dengan baik di ruang publik dikhawatirkan memicu kerawanan sosial.

Saya sering menyebut mereka ancaman jika salah kelola, karena Gen Z ini kelompok yang susah saat kuliah dan setelah lulus kuliah, tuturnya.

Stresnya mereka cari tempat tawuran, tambahnya.

Meski demikian, ia meluruskan persepsi publik agar dukungannya tidak diartikan sebagai bentuk intervensi langsung terhadap pilihan sang aktivis mahasiswa.

Posisinya murni memberikan restu moral sekiranya negara merekrut figur muda potensial tersebut ke dalam jajaran komunikasi resmi.

Saya tidak menyuruh, hanya setuju jika masuk Bakom, tegasnya.

Peran komunikasi publik dinilai akan jauh lebih efektif dalam menyampaikan capaian program negara kepada kelompok usia muda lewat representasi sebaya.

Kehadirannya bisa menjelaskan kepada kelompok generasinya bahwa pemerintah sedang melakukan yang terbaik, tandasnya.

Negara memanggilnya, membutuhkannya, saya rasa dia akan mau, pungkasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung