Berita

PSI Bela Jokowi Soal Foto Injak Kepala Kerbau: PDIP Diminta Pahami Adat Sebelum Mengkritik Jokowi, Cari Tahu Dulu Sebelum Menuduh

Repelita.id

30 June 2026 22:34 WIB

PSI Bela Jokowi Soal Foto Injak Kepala Kerbau: PDIP Diminta Pahami Adat Sebelum Mengkritik Jokowi, Cari Tahu Dulu Sebelum Menuduh
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Polemik terkait foto Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang meletakkan kaki di atas kepala kerbau saat prosesi adat di Lampung memicu perdebatan sengit antara Partai Solidaritas Indonesia dan PDI Perjuangan.

Juru bicara PSI, Dian Sandi Utama, angkat bicara untuk membela tindakan tersebut yang sempat dituding sebagai bentuk kesombongan oleh pihak PDI Perjuangan.

ADVERTISEMENT

Dian menegaskan bahwa kritik yang dilontarkan tanpa didasari pemahaman yang cukup mengenai tata cara serta makna sakral dari rangkaian prosesi adat yang dijalani.

Sebuah foto yang menggambarkan prosesi pemberian gelar kehormatan Baginda Pemuka Bangsa untuk Pak Jokowi, ujar Dian, Selasa (30/6/2026).

Ia merasa heran karena pihak yang melontarkan kritik tidak berupaya mencari informasi terlebih dahulu terkait keabsahan prosedur yang dilakukan.

Saya tidak mengerti kenapa teman-teman PDI Perjuangan tidak mencari tahu terlebih dahulu bagaimana sebenarnya proses sakral tersebut dijalankan, tukasnya.

Dian menambahkan bahwa seluruh rangkaian acara tersebut berada di bawah pengawasan langsung para tokoh adat setempat selaku pemberi gelar.

Prosesi adat tersebut disaksikan oleh Dewan Adat yang ada di Lampung, oleh pemberi gelar kehormatan tersebut, imbuhnya.

Sebaliknya, politikus PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, secara tegas menyatakan keberatannya atas sikap Joko Widodo dalam momen tersebut.

Ia berpandangan bahwa tindakan menginjak kepala hewan kurban merupakan bentuk pelecehan terhadap tradisi dan nilai kehormatan.

Saya juga tidak tahu kalau maksudnya seperti itu, tapi biasanya kalau hewan yang dikurbankan itu dihormati, loh. Mau dengan acara adat sekalipun, bukan diinjak seperti itu, kata Guntur di Jakarta, Minggu (28/6/2026).

Guntur menilai tindakan itu sebagai wujud arogansi yang tidak pantas dipertontonkan, namun ia memilih untuk menyerahkan penilaian sepenuhnya kepada masyarakat.

Sikap Jokowi yang menginjakkan kakinya di atas kepala kerbau/sapi itu bentuk kesombongan. Tapi biarkan rakyat yang menilai, ucap Guntur.

Di sisi lain, Joko Widodo sendiri memaknai penganugerahan gelar Baginda Pemuka Bangsa sebagai amanah untuk tetap menjaga persatuan dan nilai kebangsaan. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok



TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung