Berita, Nasional

Profil Dua Pentolan Ormas Islam Terbesar: Haedar Nashir Mentereng di Akademik, Gus Kikin Besar di Bisnis

Repelita.id

02 September 2026 22:48 WIB

Profil Dua Pentolan Ormas Islam Terbesar: Haedar Nashir Mentereng di Akademik, Gus Kikin Besar di Bisnis
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Dua organisasi keagamaan islam terbesar di tanah air saat ini dinakhodai oleh figur-figur pimpinan yang memiliki latar belakang perjalanan hidup sangat kontras.

Pimpinan tertinggi organisasi Muhammadiyah dikenal luas sebagai seorang akademisi tulen yang mendedikasikan hidupnya di dunia pendidikan serta intelektualitas sosial.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, pucuk pimpinan organisasi Nahdlatul Ummah memiliki rekam jejak pengabdian yang jauh lebih berwarna melalui jalur profesional kemaritiman hingga dunia bisnis.

Kiprah kepemimpinan baru di lingkungan Nahdlatul Ummah tersebut resmi diemban setelah melalui musyawarah mufakat dewan formatur dalam muktamar nasional baru-baru ini.

Sosok ulama pengasuh pesantren bersejarah di wilayah Jawa Timur tersebut dipercaya mengemban amanah penting untuk memimpin roda organisasi hingga lima tahun ke depan.

Di sisi lain, kepemimpinan pucuk pimpinan Muhammadiyah tetap kokoh berjalan di bawah pengabdian sang guru besar sosiologi lulusan universitas terkemuka Yogyakarta.

Profesor doktor yang lahir di tanah Pasundan tersebut telah lama membangun reputasi emasnya melalui dunia riset, kepenulisan media, serta pemikiran Islam berkemajuan.

Jalur pengabdian panjangnya di internal organisasi otonom hingga tingkat pusat telah ditempuh sejak era tahun delapan puluhan secara konsisten.

Berbeda dengan latar belakang akademis tersebut, perjalanan hidup pemimpin tertinggi kalangan nahdliyin diwarnai pengalaman merantau di sektor pelayaran komersial.

Lulusan akademi ilmu pelayaran terkemuka itu bahkan sempat menduduki posisi pimpinan cabang perusahaan logistik nasional terkemuka sebelum terjun ke dunia korporasi.

Berbagai sektor usaha mulai dari bidang teknologi, kontraktor, energi, hingga eksplorasi migas pernah digeluti secara profesional oleh tokoh berlatar belakang keluarga besar pesantren tersebut.

Perpaduan antara pengalaman manajerial bisnis modern serta tradisi keulamaan pesantren inilah yang membentuk karakter kepemimpinan yang matang dan pragmatis.

Kendati menempuh jalur pengabdian serta dinamika kehidupan yang tidak serupa, kedua tokoh sentral tersebut kini sama-sama memegang kendali strategis umat.

Harmonisasi serta perbedaan warna kepemimpinan dari dua poros kekuatan moderat ini diyakini mampu merawat keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara secara berkelanjutan. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung