Berita, Nasional

Prof. Gema Guriadi Ungkap Dugaan Konspirasi Penyadapan Presiden Prabowo, Sebut Anggaran Rp60 Triliun Disiapkan untuk Kudeta

Repelita.id

08 November 2026 13:56 WIB

Prof. Gema Guriadi Ungkap Dugaan Konspirasi Penyadapan Presiden Prabowo, Sebut Anggaran Rp60 Triliun Disiapkan untuk Kudeta
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Skandal dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto kembali dikupas secara mendalam dengan sorotan tajam pada dugaan aliran dana serta aktor di baliknya.

Pembahasan tersebut diangkat oleh jurnalis senior Edy Mulyadi melalui kanal YouTube Bang Edy Channel pada Minggu pagi, 8 November 2026.

ADVERTISEMENT

Dalam tayangan itu, Edy Mulyadi memutar secara utuh paparan analisis dari Profesor Gema Guriadi yang mengklaim memegang data kategori A1 mengenai konspirasi tersebut.

Profesor Gema menegaskan bahwa aksi penyadapan terhadap kepala negara yang diduga dilakukan sejak tahun 2025 hingga 30 Oktober 2026 oleh mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo merupakan bentuk makar nyata.

Ia membeberkan bahwa operasi besar untuk menggulingkan pemerintahan dan menyiapkan pengganti presiden itu didukung anggaran fantastis sekitar Rp50 triliun hingga Rp60 triliun dengan uang muka mencapai Rp25 triliun.

Menurut Profesor Gema, proyek konspirasi tersebut didanai oleh mafia koruptor yang anaknya sedang tersandera kasus hukum bersama jaringan konglomerasi serta oligarki.

Ia menjelaskan bahwa skema besar ini berawal dari desain politik tahun 2024 yang memproyeksikan masa jabatan Prabowo hanya bertahan selama dua tahun sebelum digantikan oleh Gibran Rakabuming Raka.

Dalam paparannya, Profesor Gema turut menyinggung pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie soal prediksi kejatuhan Prabowo sebelum 2029 sebagai pemicu terungkapnya jejak kebocoran informasi tersebut.

Operasi yang disebut menggunakan metode perang kognitif itu juga dituding menyusupkan agen ke dalam pemerintahan serta membayar sejumlah pihak untuk menggembosi program negara dan memicu ketidakpercayaan publik.

Profesor Gema menyebut jaringan tersebut telah menyiapkan kabinet bayangan serta merancang propaganda bertajuk tangan tiga yang rencananya akan diledakkan pada tanggal 10 November 2026.

Ia mengungkapkan bahwa sedikitnya ada 6.000 nomor telepon dari lingkar dalam presiden hingga tokoh luar istana yang menjadi target penyadapan.

Sebanyak tujuh jenis informasi strategis diklaim telah bocor, mulai dari kebijakan ekonomi sebelum diumumkan, rencana perombakan kabinet, daftar target pemeriksaan pajak dan KPK, hingga lokasi presiden secara langsung.

Data hasil penyadapan tersebut diduga mengalir kepada tiga kelompok pengguna utama, yakni pihak asing yang dirugikan kebijakan ekspor, lawan politik dari jaringan kekuasaan lama, serta gabungan oligarki lokal dan luar negeri.

Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, Profesor Gema menyampaikan tujuh saran kepada pemerintah termasuk pengesahan undang-undang spionase, pemeriksaan latar belakang pejabat eselon satu, serta audit forensik operator telekomunikasi.

Menutup tayangannya di kanal YouTube Bang Edy Channel, Edy Mulyadi menyatakan rasa syukurnya karena rencana besar yang menurut paparan tersebut hendak mendudukkan Listyo Sigit Prabowo sebagai presiden pada 10 November akhirnya terbongkar lebih dulu.

"Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala Tapi saya selalu mengajak kita semua untuk mohon ampun atas dosa-dosa kita dan kita mohon Allah menolong kita membantu kita menyelamatkan Indonesia," ucap Edy Mulyadi. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung