Repelita Kairo - Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi membujuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (30/3/2026) untuk mengakhiri perang di kawasan Timur Tengah seiring dengan dimulainya bulan kedua serangan gabungan Israel-AS terhadap Iran yang telah berlangsung sejak 28 Februari 2026.
El-Sisi menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidatonya pada edisi kesembilan Konferensi dan Pameran Energi Internasional Mesir (EGYPS 2026) di Kairo, yang diadakan dari 30 Maret hingga 1 April di tengah krisis energi global yang disebabkan oleh konflik yang sedang berlangsung.
ADVERTISEMENT
“Saya katakan kepada Presiden Trump, tidak ada seorang pun selain Anda yang dapat menghentikan perang di kawasan kita,” kata al-Sisi seperti dilansir Anadolu pada Senin (30/3/2026).
“Saya berbicara kepada Anda atas nama kemanusiaan dan atas nama orang-orang yang cinta damai… Tolong bantu kami menghentikan perang. Anda mampu melakukannya,” imbuhnya.
Ia memperingatkan akan adanya dampak serius bagi negara-negara di kawasan tersebut dengan mengatakan bahwa krisis ini telah menyebabkan kekurangan energi dan kenaikan harga yang akan memengaruhi bahan bakar, pupuk, dan produk pertanian.
El-Sisi juga menekankan pentingnya menyatukan upaya untuk mengakhiri perang di tengah terganggunya Selat Hormuz secara efektif sejak awal Maret 2026.
Sekitar 20 juta barel minyak melewati Selat Hormuz setiap hari yang mewakili sekitar 20 persen dari pasokan global, sehingga penutupan selat ini telah mendorong harga minyak lebih tinggi dan meningkatkan kekhawatiran akan gangguan ekonomi yang berkepanjangan.
Kawasan tersebut telah siaga sejak AS dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada 28 Februari 2026 tanpa alasan yang jelas, yang menewaskan lebih dari 1.340 orang hingga saat ini termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu Ayatollah Ali Khamenei.
Teheran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok