Berita, Internasional

Presiden Iran Kirim Surat Terbuka ke Rakyat AS: Iran Tak Pernah Memusuhi Amerika, Perang Ini Cuma Ciptakan Musuh Buatan

Repelita.id

02 April 2026 20:18 WIB

Presiden Iran Kirim Surat Terbuka ke Rakyat AS: Iran Tak Pernah Memusuhi Amerika, Perang Ini Cuma Ciptakan Musuh Buatan
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengirimkan surat terbuka kepada rakyat Amerika Serikat di tengah tudingan Donald Trump bahwa Iran ingin bernegosiasi untuk menghentikan perang, dengan meminta rakyat AS melihat rangkaian fakta dan sejarah bahwa Iran tak pernah memusuhi AS dan Eropa.

Dalam surat yang dilansir dari Palestine Chronicle pada Kamis (2/4/2026), Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak pernah memilih jalan agresi, ekspansi, kolonialisme, atau dominasi sepanjang sejarah modernnya.

ADVERTISEMENT

“Rakyat Iran tidak menaruh permusuhan terhadap bangsa lain, termasuk rakyat Amerika, Eropa, atau negara-negara tetangga,” tulis Pezeshkian.

Ia menyebut bahwa menggambarkan Iran sebagai ancaman tidak konsisten dengan realitas sejarah maupun fakta-fakta yang dapat diamati saat ini, melainkan produk dari keinginan politik dan ekonomi pihak yang berkuasa untuk menciptakan musuh.

Pezeshkian mengingatkan titik balik hubungan Iran-AS adalah kudeta ilegal tahun 1953 yang mengganggu proses demokrasi Iran, memulihkan kediktatoran, dan menabur ketidakpercayaan mendalam di kalangan rakyat Iran terhadap kebijakan AS.

Ia juga mempertanyakan kepentingan rakyat Amerika mana yang sebenarnya dilayani oleh perang ini, apakah pembantaian anak-anak atau penghancuran fasilitas farmasi pengobatan kanker.

Sementara itu, Trump secara mengejutkan menyatakan bahwa perang Iran akan segera diakhiri dan mempertimbangkan untuk menarik AS dari NATO karena aliansi itu gagal mendukung Washington dalam perang melawan Iran.

“Mereka tidak akan memiliki senjata nuklir karena mereka sekarang tidak mampu untuk itu, dan kemudian saya akan pergi, dan saya akan membawa semua orang bersama saya, dan jika kami harus, kami akan kembali untuk melakukan serangan terbatas,” kata Trump kepada Reuters pada Rabu (1/4/2026).(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung