Berita, Nasional

Presiden harus membereskan soal kebijakan sekarang juga, jika tidak presiden yang dibereskan oleh rakyat!!

Repelita.id

08 October 2026 22:20 WIB

Presiden harus membereskan soal kebijakan sekarang juga, jika tidak presiden yang dibereskan oleh rakyat!!
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah peringatan keras mengenai dinamika politik dan demokrasi disampaikan melalui sebuah tayangan video singkat di platform digital.

Narasi kritis ini diutarakan secara langsung oleh pembicara Syukur Mandar dalam kanal YouTube Bang Syukur Mandar Podcast yang dibagikan ulang oleh akun @pikirankita pada tanggal delapan Oktober dua ribu dua puluh enam.

ADVERTISEMENT

Dalam pernyataan tersebut, ia menekankan konsekuensi logis apabila seorang kepala negara mengabaikan berbagai persoalan kebijakan yang saat ini tengah berdampak langsung pada kehidupan masyarakat luas.

"kan saya sudah billing kalau presiden enggak beresin ini nanti rakyatnya marah Presiden yang diberesin I itu sudah hukum demokrasi" ujar sosok tersebut saat memaparkan analisisnya mengenai situasi nasional.

Kondisi ketidakpuasan publik dinilai sudah mulai terlihat di permukaan akibat penumpukan persoalan yang tidak kunjung mendapatkan solusi konkret dari pihak pemerintah.

"Mana kemarahan rakyat sudah mulai Iya Kalau kemarahan rakyat sudah menumpuk sudah nguat lalu kemudian presidennya begini-begini ya tuntutan menurunkan" tuturnya menambahkan.

Ia menepis anggapan bahwa kritik yang dilayangkan oleh kalangan oposisi atau kelompok kritis bertujuan murni untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah di tengah jalan.

"presiden itu hal yang biasa atau beraksi untuk menurunkan presiden juga hal biasa Itu negara demokrasi Menurut saya mereka manfaatkan" jelasnya secara rinci.

Lebih lanjut, ia menyoroti ketimpangan dari implementasi kebijakan saat ini yang dinilai belum memberikan dampak kesejahteraan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat bawah.

"kelompok kritis ini untuk menekan presiden Seolah-olah kita ini dikendalikan oleh mereka Hm bahwa kita kritis presiden ini karena kita" ucapnya menerangkan.

Tanggung jawab penuh untuk membenahi sengkarut regulasi dan tata kelola ini sepenuhnya berada di tangan kepala negara yang memiliki legitimasi serta kekuasaan konstitusional untuk mengambil tindakan makro.

"mau presiden jatuh Enggak enggak berpikir begitu saya Iya A sepakat kita mau presiden ini dia sebagai mandat rakyat bekerja" sebutnya menegaskan.

Langkah cepat dan sikap responsif dari pihak istana sangat dinantikan agar gejolak sosial serta ketidakpuasan masyarakat tidak semakin meluas ke berbagai daerah.

"pada jalur konstitusi dan kebijakannya itu manfaatnya lebih banyak daripada mudarat Manfaatnya lebih banyak daripada mudarat Oke Sekarang kan mudaratnya" paparnya panjang lebar.

Sebagai penutup, ia kembali menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga koridor demokrasi seraya mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan yang dinilai menyengsarakan publik.

"lebih banyak daripada manfaat Iya kan lebih bermanfaat MBG lebih bermanfaat pada siapa pada mereka yang punya dapur Simpel kok" kata Syukur Mandar menambahkan.

Kebijakan yang tidak tepat sasaran dinilai hanya akan memperlebar jurang pemisah serta memicu ketegangan hubungan antara rakyat dan pemimpin negara.

"itu Meskipun harapannya enggak gitu ya Iya harapannya kan enggak kayak gitu Sekarang pertanyaan saya yang yang punya harapan supaya" urainya melanjutkan gambaran persoalan.

Masyarakat sangat berharap agar pemegang kekuasaan tertinggi di pemerintahan bersedia meluangkan waktu untuk meninjau ulang aturan yang kontroversial.

"enggak kayak gitu tu siapa presiden toh yang punya niatnya untuk bikin program siapa presiden toh terus ketika hal-hal di" tegasnya dalam rekaman video tersebut.

Ketidakmampuan dalam merespons tuntutan publik secara bijak dikhawatirkan dapat memicu mosi tidak percaya yang lebih besar dari berbagai elemen masyarakat.

"bawah ini buruk siapa yang harus beresin presiden juga harusnya Harusnya Dan dia punya kekuatan untuk itu Dan dia punya" sambungnya lagi menerangkan posisi kekuasaan.

Ia juga menggarisbawahi bahwa mandat yang diberikan oleh rakyat dalam pemilu harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kesejahteraan bersama.

"kekuatan untuk itu Kalau dia enggak bisa lakukan siapa yang mau lakukan kalau presiden enggak lakuin ya gimana kan saya" ucapnya mengingatkan fungsi kontrol sosial dalam sistem pemerintahan.

Segala bentuk aspirasi dan gelombang protes yang muncul dari masyarakat kelas bawah dinilai merupakan bentuk kepedulian terhadap jalannya roda pemerintahan.

"sudah bilang kalau presiden enggak beresin ini nanti rakyatnya marah presiden yang diberesin Iya Itu sudah hukum demokrasi Mana kemarahan" tegasnya mengenai realitas sosiologis politik.

Pemerintah pusat disarankan untuk segera mengambil tindakan konkret yang berfokus pada perbaikan stabilitas ekonomi dan jaminan sosial masyarakat kecil.

"rakyat sudah mulai Iya Kalau kemarahan rakyat sudah menumpuk sudah nguat lalu kemudian presidennya begini-begini ya tuntutan menurunkan presiden itu" jelasnya mengenai potensi gejolak sosial.

Upaya perbaikan kebijakan secara menyeluruh dinilai sebagai satu-satunya jalan keluar untuk meredam keresahan publik yang semakin meluas.

"hal yang biasa atau beraksi untuk menurunkan presiden juga hal biasa Itu negara demokrasi bukan hal yang luar biasa Bukan" ungkapnya menilai dinamika hak berpendapat.

Ia menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh pihak untuk tetap mengedepankan dialog yang sehat demi menjaga keutuhan bangsa.

"Karena itu kita menyarankan agar presiden responsif Oke tanggap Segera perbaiki kebijakan-kebijakan ini Saya kira rakyat akan mengerti betul posisi" tuturnya mengakhiri analisis situasi terkini.

Diharapkan pihak eksekutif segera menindaklanjuti masukan dari berbagai elemen masyarakat demi kestabilan iklim politik nasional.

"Presiden hari ini Dan saya secara pribadi enggak pernah berpikir untuk Presiden harus jatuh Enggak Tapi kalau Presiden tidak berbenah" sebutnya mengenai komitmen kebangsaan.

Evaluasi berkala terhadap kinerja para menteri juga dipandang perlu dilakukan untuk memastikan program kerja berjalan sesuai jalur yang benar.

"ya repot Kita mempertahankan Presiden dengan cara apa dengan alasan apa Rakyat menderita di bawah Enggak mau rakyat" pungkasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung