Repelita Brasilia - Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva memberikan peringatan keras kepada Donald Trump setelah seorang pejabat negaranya diusir paksa dari Amerika Serikat pada Senin (20/4) lalu.
Dengan nada penuh amarah, Lula menegaskan bahwa Brasil tidak akan tinggal diam dan siap memberikan balasan setimpal atas tindakan sepihak Washington tersebut.
ADVERTISEMENT
"Kami tidak dapat menerima campur tangan ini, penyalahgunaan kekuasaan ini, yang ingin dilakukan oleh pejabat-pejabat AS tertentu terhadap Brasil," ujar Lula dalam konferensi pers di Hanover, Jerman, pada Selasa (21/4) .
Ia memperingatkan bahwa prinsip resiprositas akan langsung diterapkan, di mana Brasil akan membalas dengan cara yang setara terhadap agen-agen AS yang tengah bertugas di wilayahnya.
"If there has been an abuse of power by the United States against our police officer, we will retaliate against their police officers in Brazil," tegas Lula .
Pengusiran ini menimpa Marcelo Ivo, seorang Komisaris Polisi Federal Brasil yang bertugas sebagai petugas penghubung di Miami .
Ia dipaksa meninggalkan AS karena dituduh mencoba memanipulasi sistem imigrasi Amerika untuk memperluas "perburuan politik" terhadap sekutu mantan Presiden Jair Bolsonaro .
Washington menilai tindakan Ivo sebagai upaya untuk memanfaatkan sistem hukum AS demi menangkap Alexandre Ramagem, mantan kepala intelijen Brasil yang buron .
Ramagem, yang merupakan sekutu dekat Bolsonaro, sebelumnya dijatuhi hukuman 16 tahun penjara di Brasil karena terlibat dalam rencana kudeta untuk menggulingkan Lula .
Ia sempat ditahan oleh Imigrasi AS (ICE) pada 13 April, namun kemudian dibebaskan hanya dua hari setelahnya .
Kementerian Luar Negeri Brasil menyesalkan tindakan AS yang dinilai gagal menghormati praktik diplomatik yang baik berupa dialog antar negara sahabat .
Sebagai bentuk pembalasan, Kepala Kepolisian Federal Brasil, Andrei Rodrigues, mencabut surat kepercayaan seorang atase imigrasi AS yang bertugas di Brasil .
"Saya mencabut surat kepercayaan pejabat AS yang bekerja dengan kepolisian federal… sampai kita dapat mengklarifikasi secara pasti apa yang terjadi," kata Rodrigues .
Ia membantah keras tuduhan AS, menegaskan bahwa Ivo tidak melakukan kesalahan apa pun dan menyebut tuduhan manipulasi imigrasi sebagai hal yang "gila" .
Insiden ini merupakan puncak eskalasi terbaru dalam hubungan yang sudah memburuk antara pemerintahan sayap kiri Lula dan pemerintahan sayap kanan Trump .
Analis politik menilai bahwa Lula akan memanfaatkan momen ini untuk mengusung narasi "pertahanan kedaulatan nasional" menjelang pemilihan presiden Brasil pada Oktober mendatang .(*)
Editor: 91224 R-ID Elok