Berita, Nasional

Pramono Anung Gelar Haul Akbar Ulama Betawi di Monas, Duduk Satu Panggung Bersama Habib Rizieq dan Tokoh Nasional

Repelita.id

20 June 2026 15:27 WIB

Pramono Anung Gelar Haul Akbar Ulama Betawi di Monas, Duduk Satu Panggung Bersama Habib Rizieq dan Tokoh Nasional
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Plaza Selatan Monumen Nasional dipenuhi ribuan jamaah pada Jumat (19/6/2026) malam dalam gelaran Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi.

Acara tersebut mempertemukan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Gubernur Jakarta Pramono Anung, Menko Muhaimin Iskandar, Habib Rizieq Shihab, serta Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.

ADVERTISEMENT

Para tokoh yang mengenakan pakaian serba putih tersebut tampak khusyuk mengikuti rangkaian lantunan shalawat bersama masyarakat yang hadir.

Gubernur Pramono Anung menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai bentuk penghormatan bagi tokoh agama dan masyarakat Betawi.

“Ini adalah acara yang pertama kali, dan saya sebagai Gubernur Jakarta yang menggagas acara ini, saya berharap dan memohon bahwa acara ini menjadi tradisi baru bagi kita semua untuk bisa berselawatan sambil haul para tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat dari Betawi yang berjasa bagi Jakarta,” ujar Pramono.

Ia menilai kontribusi para ulama dan habaib sangat signifikan dalam merawat keharmonisan sosial serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan di ibu kota.

Pramono juga menyampaikan rasa terima kasih kepada warga Betawi yang dinilai konsisten menjaga suasana kondusif dan kerukunan di tengah keberagaman Jakarta.

“Sebagai Gubernur Jakarta, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Betawi yang dari waktu ke waktu selalu menjaga kerukunan, kebersamaan, kenyamanan, dan juga hidup nyaman di Jakarta ini,” tuturnya.

Perhelatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan menyambut usia Jakarta ke-499 yang akan mencapai lima abad dalam waktu dekat.

Gubernur menegaskan bahwa Jakarta harus terus dikelola sebagai rumah inklusif bagi seluruh elemen masyarakat tanpa memandang perbedaan latar belakang.

“Jakarta harus menjadi rumah bagi berbagai suku, agama, budaya, latar belakang masyarakat, dan dapat hidup berdampingan,” kata dia.

Pemprov DKI Jakarta berencana menjadikan acara ini sebagai agenda tahunan yang lebih besar dan bermanfaat bagi warga di masa depan.

“Insyaallah tahun depan kita akan menyelenggarakan acara yang sama dan tentunya mudah-mudahan jauh lebih baik, lebih aman, lebih meriah, dan membawa kegembiraan, kenyamanan bagi kita semua,” pungkasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung