Repelita Kulon Progo - Praka Farizal Rhomadhon, prajurit TNI Yonif 113/Jaya Sakti (Batalyon Raider Khusus) di bawah Brigade Infanteri 25/Siwah Kodam Iskandar Muda Aceh, gugur dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon Selatan akibat serangan Israel pada Ahad (29/3/2026) saat tengah menjalankan ibadah salat Isya.
Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah Kolonel Inf Dimar Bahtera mengungkapkan bahwa Farizal terkena serangan mortir tentara Israel yang jatuh di samping masjid pos jaga pasukan UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr.
ADVERTISEMENT
“Jadi ketika salat Isya, yang bersangkutan sedang melaksanakan salat dan di situ sedang ada mortir artileri yang jatuh di samping masjid,” kata Dimar ditemui di rumah duka, Ledok, Lendah, Kulon Progo, DIY, pada Selasa (31/3/2026).
Prajurit kelahiran Kulon Progo, 3 Januari 1998 ini menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kima dan meninggalkan seorang istri bernama Fafa Nur Azila serta seorang putri bernama Shanaya Almahyra Elshanu yang tinggal di Asrama Militer Yonif 113/JS, Bireuen, Aceh.
Dimar menuturkan bahwa jenazah Praka Farizal saat ini masih berada di East Sector Headquarters (HQ) untuk dilaksanakan salat jenazah dan penghormatan oleh rekan-rekan satu regu almarhum.
Rencananya jenazah akan dievakuasi ke rumah sakit di Beirut untuk dilakukan autopsi standar oleh PBB sebelum nantinya dilanjutkan dengan tahap repatriasi atau pemulangan ke Tanah Air.
“Nah, itu (autopsi) kemungkinan baru bisa dilakukan besok jika keadaannya dia kondusif. Nah, setelah itu baru nanti dilaksanakan proses repatriasi oleh PBB,” imbuhnya.
Penerbangan jenazah nantinya kemungkinan akan melalui Mesir atau Yordania mengingat situasi penerbangan sipil yang dibatasi imbas konflik di Timur Tengah.
Setibanya jenazah di Tanah Air, akan dilaksanakan proses penghormatan kepada pahlawan yang gugur di Mabes TNI, markas Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP), atau Kantor Kementerian Pertahanan.
“Pemakamannya di sini (Kulon Progo) sesuai dengan permintaan keluarga. Penghormatan dari negara itu ada upacara kehormatan, penghormatan pemakaman secara militer. Dan nanti saya rencananya yang akan memimpin upacara,” ujarnya.
Kabar gugurnya Praka Farizal sebelumnya dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres melalui akun media sosial X resmi, yang menyampaikan kutukan keras atas serangan yang menewaskan satu personel TNI tersebut.
Total delapan prajurit menjadi korban dalam serangan di Lebanon dengan rincian Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar (gugur), Lettu Sulthan Wirdean Maulana (luka berat), Sertu Muhammad Nur Ichwan (gugur), Praka Farizal Rhomadhon (gugur), Praka Rico Pramudia (luka berat), Praka Bayu Prakoso (luka ringan), Praka Arif Kurniawan (luka ringan), dan Praka Deni Rianto (luka berat).(*)
Editor: 91224 R-ID Elok