Berita, Nasional

Prabowo Semprot Kritikus Makan Bergizi Gratis: Ribuan Triliun Menguap Selama 34 Tahun Tak Ada yang Protes

Repelita.id

21 July 2026 00:18 WIB

Prabowo Semprot Kritikus Makan Bergizi Gratis: Ribuan Triliun Menguap Selama 34 Tahun Tak Ada yang Protes
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Presiden Prabowo Subianto memberikan respons tajam terhadap berbagai pandangan miring yang menganggap program Makan Bergizi Gratis bagi anak, ibu hamil, serta lansia sebagai bentuk pemborosan anggaran.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7), ia membandingkan sorotan terhadap program tersebut dengan hilangnya kekayaan negara selama puluhan tahun yang cenderung luput dari perhatian publik maupun ahli.

ADVERTISEMENT

"Saya diserang karena ingin memberi makan bergizi untuk anak-anak Indonesia, memberi makan untuk anak-anak Indonesia, untuk ibu-ibu hamil, untuk orang-orang lansia, dianggap pemborosan. Tapi ribuan triliun yang menguap, yang pergi dari bumi Indonesia, tiap tahun selama 34 tahun tidak ada yang komentar, tidak ada pakar yang protes, tidak ada investigasi," ucap Prabowo.

Menepis kekhawatiran mengenai ekonomi yang disebut akan merosot akibat beban anggaran, Presiden menegaskan bahwa kebijakan ini berpijak pada prinsip fundamental ekonomi para pendiri bangsa.

"Kita dibilang ekonomi mau collapse, harga saham akan ambruk, mata uang akan melemah, alasannya karena boros. Saudara-saudara, saya punya keyakinan bahwa fundamental pemikiran ekonomi dan politik bernegara yang disusun oleh pendiri-pendiri bangsa kita, saya punya keyakinan bahwa itu masuk akal, benar. Undang-Undang Dasar 1945 lahir dari perjuangan lama," lanjutnya.

Pemerintah dipastikan akan terus menggulirkan program tersebut karena kemampuan negara memenuhi kecukupan pangan bagi rakyat dianggap sebagai tolak ukur dasar kedaulatan sebuah bangsa.

"Setiap negara, setiap perekonomian, itu pasti diukur dan kita punya ukuran. Kita bertanya, apakah bangsa itu bisa memberi makan untuk rakyatnya? Itu yang paling mendasar. Untuk apa kita merdeka, untuk apa kita punya NKRI kalau kita tidak bisa memberi paling dasar dari sebuah peradaban? Yang paling dasar adalah makan, pangan," jelas Presiden.

Ia turut menanggapi usulan pihak tertentu agar alokasi dana tersebut sebaiknya dialihkan untuk kebutuhan lainnya dengan menekankan bahwa pangan adalah fondasi utama keberlangsungan peradaban manusia.

"Kalau ada orang-orang pintar mengatakan bahwa ada yang lebih penting dari perut yang lapar, ya saya persilakan saudara-saudara. Yang saya tahu dari sejarah ribuan tahun peradaban manusia, tidak ada masyarakat yang bertahan tanpa pangan, punah, peradaban punah kalau tidak ada makan," pungkas Prabowo. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung