Berita, Nasional

Prabowo Panggil Kapolri ke Hambalang, Bahas Apa?

Repelita.id

24 April 2026 22:48 WIB

Prabowo Panggil Kapolri ke Hambalang, Bahas Apa?
Foto: Istimewa

Repelita Hambalang - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (24/4/2026).

Pertemuan yang berlangsung secara empat mata tersebut berjalan selama kurang lebih satu jam penuh.

ADVERTISEMENT

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa dalam pertemuan itu, Presiden meminta laporan langsung dari Kapolri mengenai program-program strategis kepolisian.

“Presiden Prabowo Subianto memanggil Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di kediaman Hambalang, Jumat, 24 April 2026. Dalam pertemuan sekitar 1 jam tersebut dibahas beberapa hal terkait keamanan nasional dan kondisi umum situasi nasional di berbagai sektor strategis,” kata Teddy saat dihubungi di Jakarta.

Kapolri Listyo Sigit melaporkan kepada Presiden tentang berbagai program strategis yang sedang dijalankan institusinya.

Program tersebut mencakup penguatan transformasi digital layanan publik hingga peningkatan profesionalisme anggota sejak tahap rekrutmen hingga masa kedinasan.

Listyo Sigit juga menyampaikan upaya-upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat secara berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Kapolri juga melaporkan sinergi antara kepolisian dengan berbagai lembaga untuk mendukung program nasional.

Program yang dimaksud meliputi sektor pertanian, pangan, makanan bergizi, gerak cepat penanganan bencana, serta peningkatan layanan untuk masyarakat.

Dari foto yang diunggah Sekretariat Kabinet, Presiden Prabowo terlihat serius membaca laporan yang diserahkan Kapolri.

Kapolri yang duduk tepat di seberang Presiden memberikan paparan dan penjelasan langsung atas laporannya tersebut.

Selain Kapolri, Presiden Prabowo juga menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani di lokasi yang sama.

Pertemuan antara Presiden dan Rosan juga berlangsung secara tertutup tanpa kehadiran pejabat lain.

Rosan melaporkan perkembangan program-program hilirisasi yang akan dibangun di 13 lokasi di seluruh Indonesia.

Presiden kemudian memberikan arahan bahwa hilirisasi harus diperluas cakupannya.

Ia meminta agar hilirisasi tidak hanya menyasar sektor energi dan mineral, tetapi juga sektor pertanian dan perikanan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung