Berita, Nasional

Prabowo Larang Telur Dadar dan Ayam Potong Kecil di Menu Makan Bergizi Gratis: Potong Lebih dari 14 Dosa

Repelita.id

03 June 2026 22:11 WIB

Prabowo Larang Telur Dadar dan Ayam Potong Kecil di Menu Makan Bergizi Gratis: Potong Lebih dari 14 Dosa
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Instruksi tegas mengenai standardisasi menu makanan disuarakan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam agenda rapat konsolidasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang berlangsung di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada hari Rabu ini.

"Mitra-mitra, yang kedua, telur jangan bikin dadar," kata Prabowo.

ADVERTISEMENT

Kepala Negara memberikan peringatan keras agar sajian berupa telur dadar dihindari karena berpotensi mengurangi nilai gizi akibat adanya manipulasi bahan makanan berupa pencampuran adonan tepung secara berlebihan.

Ia memberikan ketegasan bahwa pasokan lauk untuk para murid sekolah wajib disuguhkan dalam kondisi utuh tanpa rekayasa ukuran, seperti dalam bentuk telur rebus ataupun produk telur ceplok.

"Kalau telur dadar, saya sudah lama jadi orang Indonesia. Kalau telur dadar nanti dicampur macam-macam itu. Iya kan? Tepungnya lebih banyak dari telurnya. Jadi telur harus utuh, ceplok atau rebus," katanya.

Bukan hanya persoalan lauk telur, sang Presiden juga memberikan perhatian serius pada takaran potongan daging ayam yang bakal dibagikan kepada anak-anak sekolah di seluruh penjuru negeri.

Dirinya memperingatkan seluruh pengelola dapur umum agar tidak mengemas daging ayam dalam irisan yang terlampau mini sehingga tidak layak dikonsumsi.

Guna memperjelas instruksinya, mantan Petinggi Militer ini menginstruksikan jajarannya untuk memamerkan perbandingan ukuran fisik daging ayam yang diletakkan pada dua buah wadah berbeda.

Pada piring bagian pertama diperlihatkan satu ekor ayam utuh yang diiris paksa menjadi empat belas bagian dengan wujud yang teramat mini, sedangkan pada piring pembanding lainnya tampak ayam dipotong merata dalam delapan bagian besar.

"Coba lihat ayamnya, ayamnya, ayamnya kasih lihat. Ayam ya? Yang kiri, yang kiri kelihatan? Porsi kecil. Ini potong 14. Kelihatan? Nih ya, yang kiri adalah ayam dipotong 14," kata Prabowo memperlihatkan sebuah piring.

"Yang ini berapa? Yang ini delapan. Yang kanan delapan," lanjut Prabowo seraya menunjuk potongan ayam dengan ukuran lebih besar.

Pihak Istana langsung memberikan ultimatum keras kepada para vendor yang kedapatan masih membagi satu ekor daging ayam menjadi empat belas bagian kecil untuk konsumsi anak-anak sekolah.

Langkah pengawasan intensif atas perintah ini didelegasikan langsung kepada Mendikdasmen Abdul Mu'ti agar memantau pergerakan distribusi di lapangan secara berkala.

"Kalau, kalau potong lebih dari 14, dosa, dosa. Berapa juta anak-anak Indonesia akan kecewa? Betul?" kata Prabowo.

"Benar ya? Nanti saya minta ya, Menteri Pendidikan, Mendikdasmen, minta kepala-kepala sekolah, guru-guru, anak-anaknya suruh lapor. Ayamnya kecil atau besar. Kalau perlu secara random difoto dan ditimbang ya. Ya, oke," ujarnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung