Repelita [Kebumen] - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia telah berhasil mencapai kemandirian pangan dalam kurun waktu 19 bulan sejak awal masa jabatannya.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Negara saat meninjau agenda panen raya udang di fasilitas Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) yang berlokasi di Desa Tegalretno, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/5).
ADVERTISEMENT
"Kita alhamdulillah bisa katakan 18 bulan saya pimpin pemerintahan, dari Oktober 20, satu tahun, dari Oktober, November, Desember, Januari, Maret, April, Mei, 7 bulan ya, satu tahun tujuh bulan. Jadi 19 bulan. 19 bulan alhamdulillah banyak yang sudah kita capai," kata Prabowo saat menyampaikan sambutan.
Menurut penjelasannya, pemenuhan kebutuhan domestik untuk komoditas utama seperti beras, jagung, telur, hingga daging ayam sudah berada dalam posisi swasembada.
Meski demikian, beliau tetap bersikap realistis bahwa sektor daging sapi masih memerlukan waktu tambahan agar bisa mencapai target kemandirian yang diinginkan.
"Daging kita masih belum, ini sudah kita kerjakan, mungkin kita 4 tahun lagi, 5 tahun lagi swasembada daging ya," ucap Prabowo.
Di tengah situasi geopolitik global yang penuh ketidakpastian serta ancaman konflik di berbagai belahan dunia, Presiden menegaskan bahwa kondisi cadangan pangan dalam negeri tetap terjaga dengan stabil.
Beliau pun menyampaikan rasa syukurnya karena Indonesia hingga saat ini masih mampu menjaga stabilitas nasional meski situasi dunia sedang tidak menentu.
"Pangan kita relatif aman, di dunia banyak sekarang pertikaian, perang dimana-mana, kita bersyukur ke yang maha kuasa kita tidak terlibat, tapi kita waspada, kita harus punya kekuatan, makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita, jaga kekayaan kita," tegasnya.
Prabowo menegaskan bahwa prinsip utama pemerintahannya saat ini adalah menjaga kedaulatan serta memastikan seluruh aset bangsa dikelola demi kesejahteraan rakyat banyak, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu.
"Sekarang kekayaan-kekayaan kita kelola sendiri, kita tidak mau kekayaan-kekayaan kita dipermainkan oleh orang-orang tertentu, oleh negara-negara tertentu dan ini, dan ini sudah kita lakukan, harus kita lakukan, ini perintah dari UUD, dan ini untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, bukan segelintir," pungkasnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok