Repelita Kebumen - Suasana santai menyelimuti agenda kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ketika dirinya melontarkan sebuah candaan segar mengenai perombakan kabinet atau reshuffle di hadapan masyarakat.
Kelakar bernada jenaka tersebut secara khusus dialamatkan kepada menteri senior yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.
ADVERTISEMENT
Momen unik ini mengemuka saat sang kepala negara tengah melakukan pemantauan langsung terhadap aktivitas panen raya udang pada kawasan budidaya berbasis pesisir di wilayah Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah.
Pada bagian awal pidato sambutannya, sang pemimpin nasional terlebih dahulu memperkenalkan satu per satu jajaran pejabat tinggi negara yang ikut serta mendampingi kunjungannya di lapangan.
Barisan pejabat yang hadir tersebut meliputi jajaran menteri kabinet, wakil menteri, hingga pucuk pimpinan dari institusi Kepolisian Republik Indonesia serta Tentara Nasional Indonesia.
Usai sesi perkenalan, kepala negara mengekspresikan rasa terima kasih yang mendalam karena telah diberikan kesempatan untuk berkunjung ke wilayah pedesaan yang menjadi pusat budidaya perikanan tersebut.
“Jadi terima kasih saya diundang ke sini. Desa Karangduwur,” kata Prabowo.
Mendengar adanya kekeliruan penyebutan identitas nama wilayah oleh sang presiden, jajaran warga yang memadati lokasi panen raya seketika langsung kompak menyuarakan koreksi secara spontan.
“Sini, sini, sini, sini. Apa?” kata Presiden.
“Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan,” ujar seorang warga.
Mendapati fakta kekeliruan data tersebut, kepala negara tampak terkejut sekaligus berkelakar bahwa menteri koordinatornya telah menyajikan laporan informasi geografis yang kurang akurat.
Sembari tersenyum, ia langsung melemparkan pertanyaan bernada gurauan kepada masyarakat mengenai kelayakan posisi politik sang pembantu presiden untuk diganti dari jabatannya.
“Perlu di-reshuffle enggak kira-kira?” kata Prabowo.
Merespons pertanyaan jenaka sang presiden, sekumpulan warga yang berada di lokasi justru kompak memberikan pembelaan dan meminta agar posisi menteri tersebut dipertahankan.
“Hah? Jangan? Oh, untung rakyat sayang sama kamu. Matur nuwun. Minta maaf,” kata Prabowo.
Dalam agenda utama di wilayah pesisir Jawa Tengah tersebut, pemimpin nasional yang tampil khas dengan busana safari dinasnya mendarat di area tambak sekitar pukul sebelas siang.
Langkah kakinya langsung diarahkan menuju titik pemanenan komoditas perikanan dengan didampingi oleh menteri teknis dari sektor kelautan, pertanian, serta pangan.
Sebelum turun langsung ke area kolam, kepala negara terlebih dahulu menyimak paparan teknis mengenai sistem infrastruktur modern serta proyeksi volume komoditas yang berhasil diproduksi.
Ia kemudian menyusuri pematang kolam untuk menyaksikan secara langsung bagaimana para petambak lokal menjaring komoditas unggulan tersebut pada siklus panen berjalan.
Antusiasme sang pemimpin terlihat jelas saat dirinya ikut serta memegang tali jala untuk membantu para nelayan menarik hasil tangkapan dari dalam kolam budidaya.
Berdasarkan situasi di lapangan, volume hasil laut yang berhasil dijaring terbilang sangat melimpah hingga membutuhkan tenaga ekstra dari beberapa orang sekaligus untuk mengevakuasinya.
Usai aktivitas fisik tersebut, ia tampak berjalan beriringan sembari melakukan diskusi mendalam bersama para menteri teknis guna membahas masa depan ketahanan pangan nasional.
Di sisi lain, berdasarkan dokumen Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang diserahkan ke lembaga antirasuah, menteri koordinator yang bersangkutan tercatat menguasai aset senilai puluhan miliar rupiah.
Mayoritas instrumen kekayaan dari politisi senior tersebut bersumber dari kepemilikan kas finansial cair, aset bergerak, hingga portofolio properti berupa tanah dan bangunan di wilayah strategis.
Berdasarkan rekam jejak kariernya, tokoh politik kelahiran Lampung Selatan ini tercatat memiliki pengalaman yang sangat panjang baik di sektor bisnis swasta maupun birokrasi pemerintahan.
Sebelum memutuskan untuk mendedikasikan diri pada panggung politik elektoral, ia sempat memegang posisi puncak kepemimpinan pada sejumlah korporasi dagang terkemuka di tanah air.
Kiprah politiknya mulai menanjak sejak bergabung dengan partai parlemen hingga berhasil mengamankan kursi legislatif tingkat nasional pada era pemilu dua dekade silam.
Figur senior yang kini menginjak usia kepala enam tersebut juga pernah dipercaya untuk mengemban amanah krusial sebagai ketua lembaga tinggi negara pada periode satu dekade lalu.
Reputasi birokrasinya kian kokoh setelah dirinya tercatat sukses menempati pos menteri strategis dalam tiga era kepemimpinan presiden Republik Indonesia yang berbeda.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok