Berita, Nasional

Prabowo: Jangan Takut Dihina, Saya Masih Sering Diejek Meski Sudah Jadi Presiden

Repelita.id

07 June 2026 13:54 WIB

Prabowo: Jangan Takut Dihina, Saya Masih Sering Diejek Meski Sudah Jadi Presiden
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kepala Negara Prabowo Subianto mengungkapkan sebuah testimoni pribadi mengenai dirinya yang hingga kini masih kerap menerima rundungan dari berbagai pihak. Pernyataan tersebut terlontar ketika beliau tengah memberikan wejangan moral kepada para murid di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 17 Tabanan, Provinsi Bali.

Presiden mengimbau seluruh pelajar agar tidak gampang putus asa ataupun merasa rendah diri tatkala mendapatkan cemoohan dari orang-orang di sekeliling mereka. "Jangankan kamu, saya sering diejek sampai sekarang presiden pun sering diejek. Enggak apa-apa, yang penting hatimu teguh, hati kita baik," kata Presiden Prabowo saat meninjau Program Sekolah Rakyat di Tabanan, Bali, dikutip dari tayangan resmi, Minggu (8/6/2026).

ADVERTISEMENT

Bagi beliau, segala bentuk hinaan yang datang tidak semestinya ditanggapi dengan amarah ataupun rasa dendam yang merusak diri. Tokoh nomor satu di Indonesia ini malah menginstruksikan para siswa untuk membalas perbuatan negatif tersebut dengan tindakan terpuji dan mengedepankan etika.

"Kalau kita diejek, kita balas dengan sopan santun. Semakin dihina, semakin kau teguh, semakin berani, semakin sopan," ujarnya di hadapan para siswa dan guru.

Pada momentum kunjungan kerja itu, beliau pun menekankan jika kondisi finansial orang tua sama sekali bukan menjadi tembok penghalang dalam menggapai impian masa depan. Beliau memaparkan bukti historis bahwa banyak sekali figur sukses lahir dari lingkungan ekonomi prasejahtera namun berhasil lolos dari jerat kesulitan lantaran daya juang tinggi.

"Banyak orang yang berhasil datang dari keluarga yang sangat miskin, banyak sekali, tapi anaknya tidak mau menyerah, anaknya tidak mau putus asa, anaknya selalu gembira," tutur Prabowo.

Pada bagian akhir penyampaiannya, pemimpin negara meminta generasi muda untuk giat menimba ilmu, menanamkan rasa disiplin tinggi, memuliakan tenaga pendidik, serta menjauhi konflik antarsesama. Beliau menambahkan jika integritas personal serta hasrat kuat untuk terus berkembang merupakan modal paling krusial bagi anak bangsa dalam mengubah peta kehidupan mereka. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung