Berita, Nasional

Prabowo Disebut Tidak Paham Agama, Dosen UNS: Seolah Semua Kesalahan Ada di Anak Buah

Repelita.id

16 June 2026 18:44 WIB

Prabowo Disebut Tidak Paham Agama, Dosen UNS: Seolah Semua Kesalahan Ada di Anak Buah
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengeklaim akan tetap mengawasi bawahannya dari atas setelah ia meninggal dunia, memicu reaksi keras dari berbagai kalangan akademisi.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret, Nurmadi H. Sumarta, menilai narasi tersebut mengindikasikan ketidakpahaman mendalam terhadap ajaran agama mengenai fase kehidupan setelah kematian.

ADVERTISEMENT

Nurmadi menekankan bahwa dalam doktrin keagamaan, kematian merupakan batasan akhir yang memutus segala urusan duniawi, di mana manusia hanya membawa pertanggungjawaban atas amal perbuatannya.

“Seolah semua kesalahan ada di anak buah. Tampak bahwa Prabowo tidak paham agama,” ujar Nurmadi, Selasa (16/6/2026).

Ia menambahkan, jabatan kekuasaan bukanlah sesuatu yang kekal dan akan ditinggalkan sepenuhnya oleh setiap individu saat ajal menjemput.

“Semua agama juga mengajarkan, setelah mati hanya amal kebaikan dan dosa yang akan dibawa,” tutur Nurmadi.

“Kematian seseorang akan memisahkan dari kehidupan dunia. Bahkan jabatan tidak dibawa mati, tidak kekal, semua akan ditinggalkan dan dilanjutkan mereka yang masih hidup,” imbuhnya.

Nurmadi mempertanyakan tujuan dari pernyataan tersebut dan menyarankan agar kepala negara lebih fokus memaksimalkan pengabdian nyata selama masih memiliki kesempatan memimpin.

“Terus kalo bisa monitor mau ngapain? Mau marah atau joget gemoy?,” cetusnya.

Ia turut menyoroti respons negatif publik di jagat maya yang menilai pidato tersebut tidak elok serta dianggap keluar dari marwah seorang presiden.

“Banyak netizen melihatnya aneh, bukan lelucon, tidak pantas bahkan ngelantur,” sesalnya.

Nurmadi menyarankan agar Presiden bersikap terbuka terhadap setiap kritik rakyat dan menjadikan masukan tersebut sebagai landasan evaluasi kebijakan yang lebih solutif.

“Sebagai seorang pemimpin Prabowo dan contoh mestinya mendengar dengan cermat setiap kritik rakyat, merespon dengan baik dan santun,” ucapnya.

Menurutnya, sikap defensif dan provokatif justru akan memperkeruh situasi di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai kian terpuruk.

“Investasi menurun, industrial banyak tutup dan terjadi PHK menambah pengangguran. Lapangan kerja semakin sulit, daya beli menurun,” tandasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung