Berita, Nasional

Postidar Sesalkan Video Amien Rais: Tudingan Tak Mendidik dan Berpotensi Fitnah

Repelita.id

02 May 2026 18:49 WIB

Postidar Sesalkan Video Amien Rais: Tudingan Tak Mendidik dan Berpotensi Fitnah
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sejumlah tokoh yang tergabung dalam Poros Profesional Terpadu untuk Indonesia Raya (Postidar) menyatakan penyesalan mendalam atas beredarnya video yang diduga berisi pernyataan kontroversial Amien Rais yang menargetkan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Mereka menilai bahwa isi dari video yang beredar luas di berbagai platform media sosial tersebut berpotensi besar menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

Anggota Presidium Postidar, Ahmad Kailani, menyatakan bahwa tudingan yang disampaikan dalam video itu tidak hanya tidak mendidik tetapi juga berpotensi mengarah pada fitnah belaka.

“Tudingan yang disampaikan tidak hanya tidak mendidik, tetapi juga berpotensi menjadi fitnah karena memberi label tanpa dasar yang jelas,” ujar Ahmad dalam keterangan resmi pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Ia menambahkan bahwa tidak semua lapisan masyarakat memiliki kemampuan yang memadai untuk melakukan verifikasi terhadap informasi yang mereka terima setiap hari.

Karena itu lanjut Ahmad, narasi yang tidak akurat dan tidak berbasis fakta berisiko tinggi untuk menyesatkan opini publik secara luas.

“Sulit bagi saya memahami cara berpikir dan bertindak seperti itu. Melabelkan seseorang dengan tuduhan tanpa dasar yang valid adalah tindakan yang tidak pantas,” tegas anggota Presidium Postidar tersebut.

Senada dengan Ahmad, Ketua Pijar 98 sekaligus Presidium Postidar yang bernama Sulaiman Haikal mendesak agar pernyataan kontroversial tersebut segera mendapatkan klarifikasi resmi dari pihak yang bersangkutan.

Ia menilai bahwa penyebaran informasi yang belum terverifikasi kebenarannya dapat menimbulkan dampak yang sangat serius bagi stabilitas nasional.

“Pernyataan seperti itu tidak pantas disampaikan oleh tokoh sebesar beliau. Jika ini bagian dari politik pecah belah, dampaknya sangat berbahaya bagi masyarakat,” tegas Sulaiman Haikal.

Di sisi lain Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, turut memberikan tanggapan resmi terkait video yang beredar di ruang digital.

Ia menyebut bahwa pihak kementerian telah mengidentifikasi adanya narasi yang mengarah pada fitnah, pembunuhan karakter, serta serangan personal terhadap kepala negara.

Menurut Meutya, video tersebut juga menyasar secara langsung Presiden Prabowo Subianto selaku pemimpin tertinggi negara.

Pernyataan tegas dari menteri tersebut disampaikan melalui unggahan resmi di akun Instagram Kementerian Komunikasi dan Digital pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Pemerintah pun mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi setiap informasi yang beredar di ruang digital.

Masyarakat juga diminta untuk tidak mudah terprovokasi oleh konten-konten yang belum terverifikasi kebenarannya dan cenderung memecah belah persatuan bangsa.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung