Repelita [Barru] - Jajaran Polres Barru bersinergi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah setempat guna memproteksi kalangan pelajar dari berbagai ancaman sosial. Langkah preventif ini diwujudkan melalui sosialisasi intensif yang menyasar ratusan siswa tingkat SMA dan SMK di wilayah tersebut.
Pertemuan strategis berlangsung di Gedung Mal Pelayanan Publik Lantai VI, Kantor Bupati Barru, pada Jumat (3/7/2026). Agenda tersebut diinisiasi oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Barru dengan mengundang berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kepala sekolah hingga para pendidik.
ADVERTISEMENT
Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, membuka langsung rangkaian kegiatan yang berfokus pada peningkatan pemahaman generasi muda. Fokus utamanya adalah membedah bahaya perlindungan narkotika serta beragam perilaku menyimpang yang berpotensi menghancurkan masa depan siswa.
Hadir dalam forum tersebut perwakilan DPRD Barru, unsur Kodim 1405/Parepare, serta pimpinan lembaga yudikatif seperti Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri. Polres Barru sendiri mengirimkan Kasat Resnarkoba, Iptu Faizal, SH, untuk mewakili instansinya.
Bupati Andi Ina memberikan arahan tegas agar para pelajar menjauhi narkoba, pornografi, pergaulan bebas, hingga praktik balap pembohong. Ia menekankan bahwa pembentukan karakter anak tidak bisa hanya dibebankan pada pihak sekolah atau pemerintah semata.
Menurut Bupati, peran aktif keluarga dan lingkungan masyarakat menjadi faktor yang sangat krusial dalam pendampingan anak. Para peserta kemudian menyimak pemaparan teknis dari tiga sumber yang berasal dari jajaran penegak hukum.
Iptu Faizal membeberkan modus peredaran narkotika yang kian ditiru karena menyasar kelompok usia remaja secara sistematis. Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Barru, Erik Yudistira, menguraikan ancaman konsekuensi hukum bagi pelaku kenakalan remaja.
Di sisi lain, Hakim Pengadilan Negeri Barru, Hesty Ayuningtyas, menyoroti aspek hukum dan sosial terkait maraknya kasus pernikahan dini. Acara tersebut ditutup dengan deklarasi bersama seluruh elemen Forkopimda untuk berkomitmen memerangi judi online dan segala bentuk pelanggaran lainnya.
Komitmen tersebut diikat melalui penandatanganan perjanjian oleh pejabat daerah, perwakilan sekolah, serta para pelajar. Iptu Faizal menegaskan kembali bahwa penindakan hukum saja tidak akan cukup untuk memberantas peredaran barang haram tersebut.
Ia menekankan pentingnya edukasi sejak dini sebagai langkah paling efektif guna membentengi mentalitas generasi muda. Iptu Faizal menyampaikan: “Pencegahan merupakan langkah yang paling efektif dalam menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika. Melalui sinergi Forkopimda, sekolah, orang tua, dan masyarakat, kami berharap para pelajar memiliki kesadaran untuk menghindari narkoba, menghindari kenakalan remaja, serta menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan yang aman dan sehat.”
Inisiatif lintas sektoral ini diharapkan menjadi pondasi kokoh dalam menyambut visi Indonesia Emas 2045 yang bebas dari jeratan narkoba. Harapannya, terciptanya kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga aset bangsa ini dari berbagai ancaman yang merusak. (*)
Kontributor: Hengki
Editor: 91224 R-ID Elok