Berita, Nasional

Polisi Tangkap Mahasiswa dan Sopir Ambulans Bawa Senjata Tajam Saat Aksi Demo BEM UI

Repelita.id

18 August 2026 22:54 WIB

Polisi Tangkap Mahasiswa dan Sopir Ambulans Bawa Senjata Tajam Saat Aksi Demo BEM UI
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Aparat kepolisian telah mengamankan dua orang individu yang terdiri dari seorang oknum mahasiswa serta seorang pengemudi ambulans saat berlangsungnya unjuk rasa mahasiswa Universitas Indonesia (UI) di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Tindakan tegas diambil lantaran keduanya terbukti membawa senjata tajam ke area penyampaian pendapat di muka umum.

Kepastian mengenai penangkapan tersebut disampaikan secara resmi oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

"Dalam proses pelaksanaan aksi, ada temuan oleh Satgas Gakkum, ditemukan satu buah bilah pisau yang dibawa oleh oknum berinisial AM, ini masih didalami. Yang satu lagi satu buah golok yang dibawa oleh sopir ambulans," kata Budi kepada wartawan di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa malam.

Pihak kepolisian menyayangkan temuan senjata tajam tersebut sebab pemberitahuan dan imbauan larangan telah disampaikan sebelumnya.

"Kami juga sudah meminta dan mengucapkan terima kasih pada saat pemberitahuan aksi sudah diterima oleh Polres Metro Jakarta Pusat. Benda-benda ini tidak boleh berada di area penyampaian pendapat di muka umum," tuturnya.

Senjata pisau disita dari tangan seorang oknum mahasiswa, sedangkan bilah golok ditemukan petugas tepat di kursi penumpang samping kemudi ambulans.

"Terkait golok ditemukan pada saat ada ambulans melintasi dicurigai digeledah ternyata ada (golok) di sebelah kursi dari pengemudi ambulans. Nah tujuannya apa membawa golok menggunakan ambulans," jelasnya.

Di tengah pengamanan tersebut, aparat kepolisian turut memberikan penanganan medis terhadap seorang peserta aksi berinisial AF yang mendadak pingsan.

"Yang bersangkutan juga dibawa menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Budha Asih, alhamdulillah kondisinya juga sudah sadar," tuturnya.

Secara umum, pihak kepolisian memastikan situasi serta dinamika unjuk rasa mahasiswa di lokasi tersebut tetap berjalan dengan aman dan terkendali.

Sebelum unjuk rasa dimulai, jajaran Polda Metro Jaya juga telah bergerak cepat mengamankan sebanyak 21 orang yang disinyalir sebagai kelompok perusuh di sekitar area Bundaran HI.

Dari penggeledahan terhadap puluhan orang tersebut, petugas menyita sejumlah barang berbahaya meliputi flare hingga bom molotov yang diduga kuat akan digunakan untuk memicu provokasi bentrokan.

Dalam unjuk rasa ini, elemen BEM UI mengusung delapan tuntutan utama mencakup penghentian penjajahan negara atas rakyat, pemberantasan KKN, wujud reforma agraria sejati, penurunan harga bahan pokok dan BBM, evaluasi PSN serta penghentian MBG dan KDMP.

Selain itu, massa menuntut penghentian pemusatan kekuasaan, pengembalian otonomi daerah, penetapan status bencana nasional wilayah Sumatra dan Flores, hingga penghentian represifitas serta intervensi TNI-Polri di ruang sipil.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung