Berita, Nasional

PolGov UGM Catat Ratusan Ucapan Tidak Pantas dalam Pidato Presiden Prabowo Selama Dua Tahun Kepemimpinan

Repelita.id

26 October 2026 18:09 WIB

PolGov UGM Catat Ratusan Ucapan Tidak Pantas dalam Pidato Presiden Prabowo Selama Dua Tahun Kepemimpinan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Hasil riset ilmiah mengenai pola retorika publik kepala negara selama dua tahun masa jabatan menunjukkan adanya dinamika menarik pada hari Senin tanggal dua puluh enam Oktober tahun dua ribu dua puluh enamb.

Studi komprehensif tersebut meneliti korelasi antara durasi pemaparan di atas podium dengan fluktuasi tingkat kepuasan masyarakat terhadap jalannya birokrasi nasional.

ADVERTISEMENT

Informasi mengenai evaluasi gaya bahasa pemimpin negara tersebut sebelumnya disebarkan lewat rangkaian unggahan berkala.

Berdasarkan kajian terbaru Electoral Politics & Public Opinion Studies PolGov UGM, para peneliti membedah cara berbicara Presiden Prabowo Subianto sepanjang periode Oktober 2024 hingga Oktober 2026.

Lembaga akademis tersebut mencatat adanya fenomena lonjakan durasi penyampaian amanat yang beriringan dengan munculnya ratusan kosakata kontroversial di ruang publik.

Koordinator EPPOS PolGov UGM, Arya Budi, mengungkapkan bahwa tim peneliti mendokumentasikan 166 pidato publik Prabowo dengan total durasi mencapai 80,6 jam.

Namun, laporan ilmiah tersebut menggarisbawahi bahwa penambahan waktu berbicara di hadapan khalayak itu justru berjalan selaras dengan menyusutnya kepercayaan masyarakat.

Para peneliti mengaitkan penurunan kepuasan publik tersebut dengan maraknya diksi yang dinilai kurang elok didengar dalam berbagai kesempatan formal.

Selain durasi dan tema pidato, penelitian EPPOS PolGov UGM turut menyoroti penggunaan bahasa Prabowo di ruang publik.

Peneliti mencatat 311 insiden ucapan yang dikategorikan kurang pantas hingga sangat tidak pantas dalam 84 pidato.

Variasi frasa yang ditemukan tim ahli di lapangan mencakup penyebutan kata makian hingga pemberian label negatif kepada para kritikus kebijakan negara.

Ucapan tersebut mencakup kata-kata kasar seperti "Ndasmu", "brengsek", dan "bajingan", serta pelabelan terhadap pengkritik, seperti "pakar sesat" dan "saking pintarnya jadi goblok".

Riset tersebut juga melampirkan beberapa contoh rekaman langsung saat sang kepala negara menghadiri agenda bersama organisasi masyarakat.

Salah satu momen yang didokumentasikan terjadi ketika pimpinan tertinggi negara memberikan sambutan pada perayaan hari besar nasional di ibu kota.

Presiden Prabowo Subianto berkali-kali mengucapkan bajingan saat berpidato.

Ia bilang semua partai pasti ada bajingannya.

Pernyataan ini disampaikan oleh Prabowo ketika berpidato di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Jakarta, Minggu (12/6).

Pernyataan keras itu awalnya dimulai dengan pembahasan mengenai nilai luhur serta karakteristik mendasar dari masyarakat tanah air.

Prabowo awalnya berbicara soal sifat bangsa Indonesia yaitu saling memaafkan, saling mengerti, dan saling membantu.

Ia kemudian menegaskan bahwa persatuan merupakan kunci utama di balik kesuksesan pembangunan nasional tanpa memandang perbedaan kelompok.

Presiden kemudian mengatakan tidak ada keberhasilan dengan adanya pertikaian.

Ia lalu menyebut semua orang Indonesia adalah keluarga tanpa memikirkan latar belakangnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok








TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung