Repelita [Jakarta] - Isu mengenai pergeseran posisi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi Gubernur Bank Indonesia santer berembus di tengah wacana perombakan kabinet.
Rumor tersebut muncul bersamaan dengan spekulasi yang menyebutkan nama Chatib Basri sebagai kandidat kuat calon pengganti posisi menteri keuangan.
ADVERTISEMENT
Namun, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membantah tegas adanya agenda pemerintah untuk merotasi jabatan tersebut.
"Saya kira tadi sore juga sudah disampaikan oleh Beliau. Tidak ada, tidak ada rencana pergantian," ujar Prasetyo menegaskan posisi pemerintah.
Pihak Purbaya sendiri melalui pesan singkat pada Kamis (20/6/2026) turut menepis kabar pengunduran dirinya dari jabatan menteri keuangan.
"Tidak benar (isu pengunduran diri). Tidak hari ini (berikan pernyataan soal isu penguduran diri)," tuturnya singkat.
Di luar dinamika politik tersebut, ekonom senior Ferry Latuhihin melayangkan kritik keras terkait wacana penempatan Purbaya di pucuk pimpinan Bank Indonesia.
Dalam kanal YouTube Helmy Yahya Berbicara, Ferry menyatakan keberatannya atas kapasitas yang dimiliki Purbaya untuk mengelola bank sentral.
"Kalau dia memang mampu, enggak apa-apa, tapi masalahnya dia enggak punya dasar yang kuat," ucap Ferry dalam tayangan tersebut.
Ferry berpendapat bahwa kebijakan moneter seperti menaikkan suku bunga acuan tidak akan cukup untuk memulihkan kepercayaan investor asing terhadap rupiah.
Menurutnya, krisis kepercayaan atau trust terhadap arah ekonomi nasional merupakan kendala utama yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan instrumen suku bunga.
"Mau naikin suku bunga beberapa persen juga enggak dimakan (investor asing), karena persoalannya adalah trust (re: kepercayaan)," tegasnya.
Ia pun meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mempertimbangkan kembali agar tidak memindahkan Purbaya ke institusi perbankan sentral.
"Jadi Pak Presiden please jangan pindahkan dia jadi Gubernur BI, karena dia tidak punya kapasitas dan pengalaman sama sekali," pungkas Ferry. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok