Repelita [Jakarta] - Desakan DPP PKB agar PDIP segera menentukan sikap tegas terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ditengarai sebagai bentuk protes atas peran partai tersebut yang konsisten menjalankan politik penyeimbang.
Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menjelaskan bahwa posisi PDIP saat ini berada di luar lingkaran kekuasaan, namun tetap membuka ruang dukungan bagi kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat.
ADVERTISEMENT
"PDIP hari ini kan menjadi partai penyimbang artinya tidak menjadi bagian dari kekuasaan tapi pada saat bersamaan kalau ada kebijakan politik pemerintah yang dinilai memiliki korelasi positif dengan perjuangan rakyat, kesejahteraan rakyat, keadilan juga tercipta di akar rumput, maka PDIP akan memberikan dukungan secara total," ujar Adi lewat kanal Youtube pribadinya, Minggu, 21 Juni 2026.
Adi menambahkan, partai besutan Megawati Soekarnoputri ini juga tidak ragu memberikan koreksi keras apabila terdapat kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan kepentingan publik.
Ketegangan bermula ketika Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid, melontarkan kritik agar PDIP tidak bersikap mendua, menyusul munculnya politikus PDIP Andi Widjajanto di tengah aksi demonstrasi mahasiswa.
Menurut Adi, pesan di balik kritik PKB tersebut sebenarnya mendesak PDIP untuk memilih antara bergabung dengan barisan pemerintah atau secara konsisten menjadi pihak oposisi.
"Pesan yang ingin disampaikan PKB kurang lebih, kalau ingin menjadi bagian dari pemerintah maka dukung seluruh kebijakan pemerintah, seperti program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, dan lain-lain. Kalau memilih menjadi oposisi, ya konsisten berada di luar pemerintah," jelasnya.
Namun, Adi mempertanyakan motif di balik pernyataan Jazilul yang dianggapnya tidak muncul tanpa konteks atau dorongan tertentu dari pihak lain.
"Satu pertanyaan mendasar, atas dasar apa sebenarnya Jazilul Fawaid berbicara soal PDIP jangan abu-abu? Jangan-jangan ada kekuatan besar, ada sesuatu yang sebenarnya meminta kepada mungkin PKB untuk menyampaikan bahwa sikap PDP di tengah situasi dan kondisi politik saat ini ayolah memilih," katanya.
Di sisi lain, Adi mengakui bahwa hubungan PKB dan PDIP saat ini memang tengah merenggang setelah sempat erat menjalin koalisi selama dua periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo.
"Tapi setelah 2024, PKB dan PDP per hari ini kita saksikan ada konfrontasi dan ketegangan politik yang satu sama lain seakan-akan saling berhadapan," pungkasnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok