Repelita [Jakarta] - Kasus dugaan penyelewengan dana dalam proyek strategis nasional kembali memicu kritik tajam dari berbagai elemen masyarakat.
Pendakwah kondang Ustadz Das'at Latif turut mengekspresikan rasa prihatin sekaligus kekecewaannya secara terbuka di hadapan publik.
ADVERTISEMENT
Ungkapan mendalam tersebut disampaikan melalui cuplikan khotbah keagamaan yang kini tengah menjadi pusat perhatian netizen di dunia maya.
Beliau menyoroti skandal hukum yang menyeret nama mantan petinggi Badan Gizi Nasional atau BGN.
Pernyataan ini mencuat usai mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua orang wakilnya resmi menyandang status tersangka korupsi.
Mereka diduga kuat terlibat dalam skandal manipulasi anggaran tata kelola logistik pangan nasional.
"Malu kita lihat negara kita Pak penyelenggara negara MBG yang cuman 10.000 masih juga dikorupsi katanya 19.000 ekor sapi dipotong tiap hari tapi kita tidak pernah dapat daging," ujar Das'at Latif memberikan teguran.
Ia menegaskan bahwa gagasan pemenuhan konsumsi masyarakat yang dicanangkan pemerintah sebenarnya sangat mulia.
Namun ia menyayangkan buruknya realisasi dari para oknum pelaksana di lapangan yang justru merusak sistem.
Menurutnya, kritik yang lurus dari masyarakat umum bukan bentuk perlawanan ataupun kebencian terhadap jajaran kabinet.
Upaya kontrol tersebut justru lahir dari rasa cinta agar uang milik rakyat benar-benar tersalurkan dengan tepat sasaran.
Ia menilai Presiden Prabowo Subianto sebagai figur pemimpin yang memiliki niat baik.
Hanya saja, lingkungan di sekitar kepala negara disinyalir dipenuhi oleh oknum bermuka dua yang sekadar mencari keuntungan pribadi.
Sang ustadz menambahkan bahwa menjadi penyedia barang dan jasa atau kontraktor bukanlah hal yang dilarang dalam koridor agama.
Meski demikian, pencarian margin laba yang melampaui batas kewajaran hingga mengorbankan kepentingan publik sangat tidak dibenarkan.
Ia juga mengingatkan agar pembiayaan program pangan ini tidak sampai memangkas hak finansial para guru honorer dan pegawai di wilayah pedalaman.
Langkah penegakan hukum terhadap jajaran pimpinan BGN sendiri telah dilakukan oleh otoritas kejaksaan secara tegas.
Hal ini menyusul keputusan presiden yang sebelumnya telah memberhentikan para pejabat tersebut dari posisinya semula.
Rincian pandangan lengkap mengenai persoalan ini dapat diakses langsung oleh pemirsa melalui akun resmi Das'at Latif di YouTube.
Warganet pun memberikan beragam tanggapan riuh di kolom komentar media sosial terkait dinamika tata kelola pangan nasional ini.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok