Berita, Viral Sosmed

[PILU] Bayi Bermata Satu di Wawonii Meninggal Dunia, Dokter Tegaskan Kelainan Langka Cyclopia Bukan Faktor Mistis

Repelita.id

23 May 2026 17:55 WIB

[PILU] Bayi Bermata Satu di Wawonii Meninggal Dunia, Dokter Tegaskan Kelainan Langka Cyclopia Bukan Faktor Mistis
Foto: Istimewa

Repelita Kendari - Peristiwa memilukan terjadi di Pulau Wawonii Sulawesi Tenggara menyusul lahirnya seorang anak manusia dengan keterbatasan anatomi tubuh yang sangat ekstrem yakni tidak memiliki organ penciuman serta hanya mempunyai satu indra penglihatan.

Persalinan buah hati tersebut berlangsung di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari pada hari Selasa tanggal 19 Mei 2026 dan sempat bertahan melewati masa kritis selama kurang lebih lima jam sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

Pihak keluarga sejatinya telah mengantongi informasi mengenai adanya indikasi kelainan pada struktur perkembangan janin sejak fase awal masa kandungan melalui prosedur pemeriksaan ultrasonografi berkala.

Meskipun dihadapkan pada kenyataan yang sangat berat, pasangan suami istri ini tetap berketetapan hati untuk tidak menghentikan masa kandungan dan memilih merawatnya hingga momentum persalinan tiba ke dunia.

Di sisi lain, sang ibu sempat mengutarakan perasaan bersalah yang mendalam selama masa mengandung akibat tindakan spontan melukai seekor hewan mamalia kecil peliharaan karena dorongan emosi sesaat.

Memori kelam mengenai insiden tersebut terus membayangi alam bawah sadar hingga terbawa ke dalam mimpi sang ibu yang kemudian memicu diskursus tersendiri setelah menyebar luas di berbagai platform siber.

Kematian tragis sang bayi memicu kebanjiran rasa duka cita sekaligus memantik rasa ingin tahu yang sangat besar dari para pengguna internet mengenai latar belakang kemunculan fenomena anomali fisik tersebut.

Ditinjau dari perspektif ilmu kedokteran, karakteristik malafungsi anatomi wajah berupa kepemilikan satu mata tunggal tersebut diidentifikasi sebagai kasus kelainan kongenital yang dikenal dengan istilah Cyclopia atau bagian dari sindrom Holoprosencephaly.

Degradasi fisik ini murni dipicu oleh kegagalan pembelahan struktur otak depan serta perkembangan wajah pada masa embrio dan sama sekali tidak memiliki relasi dengan kepercayaan mistis tradisional masyarakat lokal.

Kemunculan kasus kelainan genetik yang sangat langka ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi dunia medis sekaligus menjadi sarana edukasi penting mengenai urgensi penanganan kesehatan reproduksi yang ilmiah dan akurat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung