Repelita Jakarta - Tiga hari setelah bertemu Megawati Soekarnoputri di Teuku Umar, Presiden Prabowo Subianto merombak sejumlah posisi strategis di pemerintahannya.
Perombakan itu menyita perhatian publik karena tiga figur yang menerima posisi penting memiliki jejak relasi yang berbeda dengan Megawati maupun lingkar kekuasaan di era pemerintahannya.
ADVERTISEMENT
Publik kemudian mempertanyakan apakah penempatan tersebut murni kebetulan politik atau ada komunikasi lebih jauh di balik layar.
Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @simakpolitik pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Unggahan itu menyebut, "Tiga hari setelah bertemu Megawati di Teuku Umar, Prabowo merombak sejumlah posisi strategis pemerintahannya."
Unggahan itu juga menulis, "Menariknya, tiga figur yang mendapat posisi penting punya jejak relasi berbeda dengan Megawati maupun lingkar kekuasaan di era pemerintahannya. Kebetulan politik atau ada komunikasi yang lebih jauh di balik layar?".
Unggahan itu turut menyertakan sejumlah tanda pagar, yakni #SimakPolitik, #Prabowo, #Megawati, #PDIP, dan #Prabowo.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Istana maupun pihak terkait mengenai perombakan posisi strategis tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads