Berita, Nasional

Pernyataan Presiden Prabowo Soal Memantau dari Atas Dinilai Tidak Paham Agama dan Abaikan Realitas Ekonomi Rakyat

Repelita.id

16 June 2026 18:18 WIB

Pernyataan Presiden Prabowo Soal Memantau dari Atas Dinilai Tidak Paham Agama dan Abaikan Realitas Ekonomi Rakyat
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku akan tetap memantau jajaran bawahannya dari atas setelah ia tutup usia, menuai sorotan tajam dari kalangan akademisi.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret, Nurmadi H. Sumarta, menilai narasi tersebut justru menunjukkan kurangnya pemahaman pemimpin negara mengenai ajaran agama terkait kehidupan setelah kematian.

ADVERTISEMENT

Nurmadi menekankan bahwa dalam seluruh doktrin agama, kematian merupakan batas akhir bagi seseorang untuk terlibat dalam urusan duniawi, di mana yang tersisa hanyalah pertanggungjawaban atas amal perbuatan.

“Seolah semua kesalahan ada di anak buah. Tampak bahwa Prabowo tidak paham agama,” ujar Nurmadi, Selasa (16/6/2026).

Ia menambahkan bahwa jabatan bukanlah entitas yang bersifat kekal dan akan ditinggalkan sepenuhnya oleh setiap manusia saat ajal menjemput.

“Semua agama juga mengajarkan, setelah mati hanya amal kebaikan dan dosa yang akan dibawa,” tutur Nurmadi.

“Kematian seseorang akan memisahkan dari kehidupan dunia. Bahkan jabatan tidak dibawa mati, tidak kekal, semua akan ditinggalkan dan dilanjutkan mereka yang masih hidup,” imbuhnya.

Nurmadi mempertanyakan urgensi di balik pernyataan tersebut dan menilai kepala negara sebaiknya lebih fokus pada pengabdian selama masih memiliki waktu untuk memimpin.

“Terus kalo bisa monitor mau ngapain? Mau marah atau joget gemoy?,” cetusnya.

Ia juga menyoroti respons negatif publik di jagat maya yang menganggap pidato tersebut tidak elok dan cenderung keluar dari konteks kewibawaan seorang presiden.

“Banyak netizen melihatnya aneh, bukan lelucon, tidak pantas bahkan ngelantur,” sesalnya.

Nurmadi menyarankan agar Presiden bersikap lebih terbuka terhadap setiap kritik masyarakat dan menjadikan masukan tersebut sebagai bahan evaluasi kebijakan yang lebih bijak.

“Sebagai seorang pemimpin Prabowo dan contoh mestinya mendengar dengan cermat setiap kritik rakyat, merespon dengan baik dan santun,” ucapnya.

Menurutnya, sikap defensif dan provokatif hanya akan memperkeruh situasi di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai kian sulit.

“Investasi menurun, industrial banyak tutup dan terjadi PHK menambah pengangguran. Lapangan kerja semakin sulit, daya beli menurun,” tandasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok



TAGS: #

Komentar (1)

A
Abu Dasewa 16/06/2026

Kata dan perilaku seorang pemimpin Negri Konoha mencerminkan ketidakmampuan dalam mengelola negaranya, dan diperparah oleh wakil rakyat yang ikut arus dan meninggalkan jati diri sbg wakil rakyat. Menurut kami, saatnya melakukan Revolusi dari pada menunggu kehancuran yang lebih parah.

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung