Berita, Nasional

Pernyataan Luhut usai Temui Prabowo di Istana, Laporkan Isu MSCI hingga Risiko Ekonomi RI

Repelita.id

20 October 2026 22:02 WIB

Pernyataan Luhut usai Temui Prabowo di Istana, Laporkan Isu MSCI hingga Risiko Ekonomi RI
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan memberikan laporan komprehensif kepada Presiden Prabowo Subianto terkait rekomendasi strategis merespons dinamika finansial global dan tantangan domestik dalam pertemuan di Istana Negara pada tanggal 20 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

Kanal YouTube KompasTV memublikasikan taklimat resmi perihal solusi penanganan gejolak makroekonomi, mitigasi risiko iklim, hingga langkah konkret menjaga stabilitas pasar modal domestik melalui reformasi penegakan hukum.

Pertemuan strategis tersebut turut melibatkan jajaran menteri kabinet seperti Menteri Keuangan, Menko Perekonomian, dan Gubernur Bank Indonesia guna sinkronisasi basis data pengambilan keputusan nasional.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengonfirmasi usulan perbaikan iklim investasi dan reformasi pasar keuangan dalam kaitannya dengan indeks pasar modal global.

"Tadi yang lain kita juga ada hal-hal yang baru mengenai perkembangan hilirisasi nikel... dan juga mengenai anu ee MSCI kita juga tadi laporkan," ujar Luhut Binsar Pandjaitan saat memberikan keterangan pers.

Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu menjabarkan rekomendasi langkah hukum konkrit yang perlu diambil oleh regulator pasar modal demi menjaga kepercayaan investor global.

"Mengenai MSCI kita memberi ee saran untuk melanjutkan reformasi pasar modal yang memang sudah ee dijalankan ee dan melanjutkan enforcement ee oleh regulator yang memang juga sudah diumumkan," kata Mari Elka Pangestu memperjelas regulasi finansial.

Tantangan domestik berupa risiko krisis pangan akibat ancaman anomali cuaca ekstrem turut menjadi fokus bahasan mitigasi jangka pendek pemerintah.

Dewan Ekonomi Nasional meminta Presiden mengoptimalkan data perkiraan cuaca terintegrasi untuk mendeteksi titik kekeringan pertanian serta mengantisipasi potensi bencana banjir.

Luhut Binsar Pandjaitan memastikan pemerintah telah merancang langkah kontigensi komoditas pokok pangan, khususnya ketersediaan stok beras nasional di pasar.

"Memang berbagai masalah timbul ee dan mungkin timbul misalnya menyangkut El Nino La Nina ke depan ini namun semua itu kami juga berikan solusi dan ee menurut kami manageable juga," ucap Luhut Binsar Pandjaitan menenangkan publik.

Rekomendasi lain yang disetujui Kepala Negara mencakup standarisasi penanganan perkara korupsi yang diarahkan pada penyesuaian aturan internasional dengan menitikberatkan masalah penyuapan.

Proteksi daya beli masyarakat terhadap risiko inflasi global akan diperkuat lewat peluncuran program digitalisasi perlindungan sosial terbaru pada pertengahan November mendatang.

Pemerintah berencana merombak total mekanisme pemberian jaring pengaman sosial dengan menghapus model subsidi komoditas secara bertahap.

"Perlinsos ini akan memberikan keadilan kepada rakyat Indonesia yang berhak... yang nanti akan diberikan dalam bentuk cash transfer cash transfer jadi pemerintah pada ujungnya tidak memberikan subsidi kepada produk lagi," tutur Luhut Binsar Pandjaitan.

Firman selaku perwakilan tim Dewan Ekonomi Nasional menambahkan hasil uji coba digitalisasi jaminan sosial terbukti ampuh meminimalkan kesalahan inklusi dan eksklusi data kemiskinan.

Sektor ekspor komoditas mineral hilirisasi baterai litium terpadu diproyeksikan mencatat lonjakan nilai devisa negara hingga mencapai puluhan miliar dolar AS.

"Presiden terupgrade dengan data-data yang ee apa yang update betul... kiranya ee kami akan lebih intensif memberikan data-data briefing pada Presiden," kata Luhut Binsar Pandjaitan mengakhiri penjelasannya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung