Berita, Nasional

Peringatkan bahaya BBM langka di Sulsel, ekonom sebut berpotensi picu inflasi hingga gejolak sosial

Repelita.id

15 September 2026 21:31 WIB

Peringatkan bahaya BBM langka di Sulsel, ekonom sebut berpotensi picu inflasi hingga gejolak sosial
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Masalah kelangkaan Bahan Bakar Minyak di wilayah Sulawesi Selatan diprediksi bakal memicu lonjakan harga barang dan jasa yang berpotensi melahirkan potensi konflik sosial di tengah masyarakat.

Ekonom dari Universitas Muhammadiyah Makassar Sutardjo Tui mengibaratkan keberadaan bahan bakar sebagai elemen vital yang menggerakkan seluruh urusan perekonomian warga.

ADVERTISEMENT

Ancaman penghentian arus ekonomi masyarakat dinilai sangat nyata apabila pasokan energi utama tersebut mengalami hambatan ketersediaan di lapangan.

"BBM itu kan punya pengaruh sangat signifikan terhadap perekonomian, artinya sama dengan darah itu. Kalau manusia tidak ada darah, dia tidak bisa. Mati itu semua urusan," kata Sutardjo, Selasa (15/9/2026).

Macetnya arus distribusi pasokan barang dipastikan memicu kelangkaan stok secara masif yang berujung pada kenaikan harga di tingkat konsumen.

Lumpuhnya perputaran roda ekonomi nasional diprediksi akan memukul keras sektor Usaha Mikro Kecil Menengah yang menjadi tulang punggung perekonomian warga.

"Ketika mengalami hambatan, terjadi kelangkaan stok. Kalau kelangkaan stok, itu bisa saja terjadi kenaikan harga. Kan Kalau terjadi kelangkaan stok. Perekonomian tidak berputar," paparnya.

Kondisi stagflasi ekonomi yang dibiarkan berlarut-larut dipastikan bermuara pada laju inflasi yang makin sulit dikendalikan oleh pemerintah.

"Akhirnya terjadi inflasi," terangnya.

Dampak dari lemahnya aktivitas pasar dan minimnya pendapatan warga berpotensi besar memicu letupan keresahan massal di tengah publik.

Ancaman riil yang harus diwaspadai pemerintah bukanlah sebatas kenaikan harga, melainkan potensi munculnya gejolak emosional warga yang kehilangan mata pencaharian.

"Tidak terlalu heboh kalau hanya harga naik, tidak…. Yang sulit itu adalah, yang berbahaya itu adalah terjadi gejolak sosial," ucapnya.

Tekanan ekonomi serta tingginya tingkat stres para pelaku usaha kecil dapat berujung pada peningkatan angka kriminalitas serta aksi kejahatan di lingkungan sosial.

"Gejolak sosial itu, kalau dia tidak… orang yang UMKM itu tidak bisa mencari uang, kan stres itu. Nah, itu bisa terjadi perampokan, kerusuhan, pembunuhan, segala macam," paparnya.

Persoalan kelangkaan BBM sejatinya dapat dituntaskan dalam waktu singkat apabila terdapat penanganan cepat dari pemerintah bersama pihak Pertamina.

"Kalau hanya soal ee BBM kurang, itu paling cuma seminggu itu kok. Asal cepat, cepat ditanggulangi sama pemerintah dengan Pertamina. Asal cepat ditanggulangi itu," ujarnya.

Ancaman terbesar yang paling sulit ditangani yakni ketika dampaknya sudah terlanjur meluas menjadi krisis sosial di lapisan bawah.

"Itu dia persoalannya. Itu yang paling berat," sambung Sutardjo.

Pemerintah diminta mengambil tindakan taktis yang berorientasi pada solusi ketimbang memunculkan amarah publik dengan menyalahkan pola konsumsi masyarakat.

"Bikin jengkel lagi, yang disalahkan konsumen," pungkas Sutardjo.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung