Berita, Timur Tengah

Perang Siber Iran Ancam Lumpuhkan Google dan YouTube, Keyboard Kini Seberbahaya Rudal di Era Perang Digital

Repelita.id

01 April 2026 15:43 WIB

Perang Siber Iran Ancam Lumpuhkan Google dan YouTube, Keyboard Kini Seberbahaya Rudal di Era Perang Digital
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel kini memasuki babak baru yang berbahaya yakni perang siber yang berpotensi melumpuhkan layanan digital global seperti Google dan YouTube setelah Iran mengerahkan kekuatan peretasnya secara besar-besaran.

Iran tidak hanya mengandalkan serangan militer konvensional tetapi juga mengoperasikan tiga lapisan pasukan siber yang terstruktur dengan baik, yaitu unit elit yang dikendalikan langsung oleh militer dan intelijen, kelompok semi-otonom termasuk hacker bayaran, serta relawan siber yang bertindak secara sukarela.

ADVERTISEMENT

Serangan siber ini meliputi penyebaran pesan palsu untuk mencuri data, aplikasi jebakan yang menyadap informasi pengguna, serta upaya melemahkan sistem keamanan musuh sebagai bagian dari perang digital yang lebih luas.

Para ahli memperingatkan bahwa serangan siber besar-besaran dari Iran dapat berdampak pada infrastruktur internet global, layanan cloud, serta akses ke platform-platform utama seperti Google, YouTube, dan Gmail.

Meskipun belum ada bukti bahwa layanan tersebut benar-benar mati total secara global, gangguan dan pembatasan layanan seperti ini pernah terjadi di beberapa negara akibat kebijakan pemerintah atau konflik geopolitik.

Iran sendiri memiliki riwayat panjang dalam melakukan sensor digital, termasuk memblokir YouTube sejak 2009, membatasi layanan Google saat terjadi konflik politik, serta melakukan shutdown internet saat gejolak dalam negeri.

Studi terbaru bahkan mencatat adanya shutdown internet besar pada 2026 untuk mengontrol arus informasi di tengah eskalasi konflik yang berkepanjangan.

Jika eskalasi perang siber terus berlanjut, pengguna internet bisa merasakan dampak luas seperti akses internet yang melambat atau terputus, gangguan layanan global, risiko pencurian data pribadi, serta gangguan pada platform-platform digital besar.

Namun demikian, klaim bahwa Google dan YouTube mati total masih bersifat spekulatif dan harus disikapi dengan hati-hati di tengah konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari 2026 ini.

Konflik Iran versus AS dan Israel kini telah memasuki dimensi baru yaitu perang digital yang menunjukkan bahwa keyboard bisa sama berbahayanya dengan rudal di era modern ini.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung