Repelita Berlin - Kanselir Jerman Friedrich Merz yang merupakan salah satu pentolan aliansi NATO menyampaikan pernyataan mengejutkan bahwa Amerika Serikat saat ini sedang dipermalukan oleh Iran dalam konflik terbuka di Timur Tengah.
Menurut pandangan Merz yang disampaikan di hadapan mahasiswa Kota Marburg pada Senin (27/4/2026), Washington tidak memiliki jalan keluar yang jelas dari perang yang berkepanjangan tersebut.
ADVERTISEMENT
Ia menilai bahwa Teheran kini semakin unggul dalam setiap pertempuran melawan pasukan Amerika Serikat dan sekutunya Israel karena kepemimpinan yang tangguh.
Merz menyebut situasi di Iran telah mengungkap masalah strategis yang jauh lebih dalam bagi kepemimpinan Amerika Serikat di kancah global.
Ia membandingkannya dengan kegagalan militer negeri Paman Sam di masa lalu di Irak dan Afghanistan yang berulang kembali.
Merz berpendapat bahwa pejabat Teheran bernegosiasi dengan sangat terampil sehingga tampak jauh lebih kuat dari perkiraan banyak pihak.
Atas dasar itulah ia menyatakan seluruh bangsa Amerika telah dipermalukan oleh kepemimpinan Iran khususnya oleh Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC.
Kanselir Jerman itu pun mendesak agar perang ini segera diakhiri karena dampak buruknya mulai memukul perekonomian negaranya sendiri.
Sementara itu hubungan Moskow dan Teheran semakin terlihat mesra di tengah panasnya konflik dengan Amerika Serikat.
Delegasi dari Teheran melakukan pertemuan langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di St Petersburg pada Senin (27/4/2026).
Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi, Putin mengatakan bahwa Moskow akan melakukan segalanya demi mendukung kepentingan Republik Islam.
Hal itu disampaikan Putin setelah menerima pesan dari Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei tentang situasi terkini konflik.
"Dari pihak kami, kami akan melakukan segala sesuatu yang melayani kepentingan Anda, kepentingan semua rakyat di kawasan ini, untuk mencapai perdamaian ini secepat mungkin," kata Putin.
Putin menegaskan bahwa Rusia siap melakukan segala sesuatu yang melayani kepentingan Iran dalam konteks konflik di Timur Tengah saat ini.
Dalam pertemuan itu Putin juga mendoakan kesehatan dan kemakmuran bagi Mojtaba Khamenei yang kini memimpin Iran.
Araqchi berterima kasih kepada Moskow atas dukungannya kepada Teheran dan memuji hubungan kedua negara yang menurutnya semakin kuat.
Ia menambahkan bahwa Iran akan terus berjuang melawan agresi AS sampai titik darah penghabisan.
Sebelum pembicaraan dengan Rusia, Araqchi juga telah melakukan kunjungan ke Pakistan dan Oman untuk menggalang dukungan regional.
Amerika Serikat dilaporkan mengalami kerugian fantastis akibat serangan jet-jet tempur tua milik Iran selama konflik berlangsung.
Serangan jet tua ini mengejutkan karena mampu menembus sistem pertahanan udara canggih AS yang seharusnya sulit ditembus.
Presiden AS Donald Trump menunjukkan kekecewaan mendalam terhadap Jerman dan sekutu NATO lainnya dan menarik 5.000 pasukannya dari Jerman.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok