Berita, Nasional

Penolakan Dandhy Laksono di Makassar Diragukan Zainal Arifin Mochtar "Makassar Tak Sejumud Itu"

Repelita.id

15 May 2026 19:25 WIB

Penolakan Dandhy Laksono di Makassar Diragukan Zainal Arifin Mochtar "Makassar Tak Sejumud Itu"
Foto: Istimewa

Repelita Makassar - Beredar poster penolakan terhadap jurnalis Dandhy Laksono di Makassar yang mencatut masyarakat setempat, Jumat (15/5/2026). Poster tanpa identitas pembuat tersebut memprotes kedatangan Dandhy terkait film "Pesta Babi" yang dinilai provokatif.

Padahal, kehadiran Dandhy dijadwalkan dalam ajang Makassar International Writers Festival (MIWF) di Benteng Fort Rotterdam.

ADVERTISEMENT

Pakar Hukum Tata Negara, Zainal Arifin Mochtar, mengaku tidak percaya dengan penolakan tersebut dan meragukan keaslian poster itu. Melalui akun Instagram pribadinya, ia merasa heran warga Makassar takut dengan film. “Melihat ini dikirimkan oleh seorang teman, saya nyaris nda percaya. Kok bisa? Anak-anak di Kota Makassar, dari suku Bugis maupun Makassar takut dengan film?” tulisnya.

Pria yang akrab disapa Uceng ini pun menegaskan identitas warga Makassar yang berani. “Saya yang pernah hidup di sana lama, sampai sekarang reguler pulang dan sangat mencintai daerah itu tentu terkejut, sejak kapan jadi marah dan takut akan film,” ujarnya.

Uceng mengutip studi Christian Pelras tentang peradaban maritim Bugis-Makassar yang kuat dan berbudaya kehormatan. “Saya ingat tulisan lama, kalau tidak salah tahun 90-an, tapi merupakan hasil riset lama dari tahun 70-an, Christian Pelras menjelaskan bahwa orang Bugis bukan hanya ‘suku pelaut’ atau ‘perantau’, melainkan sebuah peradaban maritim yang kuat dan kompleks, dengan sistem sosial yang rapi, tradisi intelektual kuat, dan budaya kehormatan yang sangat dominan,” paparnya.

Ia meyakini warga Makassar tidak sependek pemikiran dalam poster tersebut. “Takut dengan film kayaknya bukan mereka. Mirip dengan Makassar, sosiolog sejarawan Amerika, Leonard Andaya menggambarkan orang Makassar dengan militansi serta identitas politik yang kuat,” ujar Uceng.

Uceng pun menegaskan masyarakat Makassar tidak sekaku itu. “Itu sebabnya saya gak percaya. Dan saya yakin, kota Makassar tak sejumud itu. ‘Kupare'ngkeng ri boko, kupada'ngkeng ri munri’ adalah pegangan keberanian untuk teguh pada kebenaran. Tentu, tak ada alasan takut pada film,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Dandhy menegaskan tetap hadir. “Saya tetap akan datang ke Makassar,” kata Dandhy dalam kolom komentar Instagram.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung