Berita, Nasional

Pengawal Pribadi Gubernur Maluku Minta Maaf Usai Lontarkan Kata Monyet Ke Mahasiswa Seram Utara

Repelita.id

20 August 2026 12:50 WIB

Pengawal Pribadi Gubernur Maluku Minta Maaf Usai Lontarkan Kata Monyet Ke Mahasiswa Seram Utara
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Sorotan publik tertuju pada tindak tanduk pengawal pribadi Gubernur Maluku yang terlibat insiden penghinaan verbal terhadap mahasiswa usai upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Merdeka Ambon pada 17 Agustus 2026. Peristiwa tersebut memicu kecaman meluas setelah rekaman video pendeknya tersebar luas di platform media sosial.

Penghinaan dilontarkan saat lima perwakilan mahasiswa asal Pegunungan Seram Utara berupaya menyerahkan dokumen aspirasi dari Raja Tanah Manusela kepada orang nomor satu di Provinsi Maluku tersebut.

ADVERTISEMENT

Penghalangan serta umpatan dikeluarkan oleh pengawal pribadi gubernur yakni Sersan Kepala La Rahimu tatkala mahasiswa mencoba mendekati barisan rombongan dinas.

"Kau dengar ka seng, ada aturannya monyet ee. Hargai orang sedikit." bunyi ucapan Serka La Rahimu dalam rekaman video yang beredar.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa hingga kini belum memberikan keterangan resmi mengenai insiden yang melibatkan pengawal pribadinya.

Hendrik Lewerissa sendiri merupakan sosok berlatar belakang hukum lulusan Temple University yang memenangi Pilkada Maluku periode 2025–2030 berpasangan dengan Abdullah Vanath.

Mantan anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra tersebut tercatat memiliki total harta kekayaan senilai Rp2.094.460.006 berdasarkan data LHKPN.

Tanggapan serta klarifikasi akhirnya disampaikan langsung oleh Serka La Rahimu terkait lontaran kata yang dinilai merendahkan martabat masyarakat adat tersebut.

"Saya sebagai manusia biasa menyampaikan permohonan maaf atas bahasa saya dan atas kekhilafan saya. Saya tidak ada niat rasis. Saya hanya menjalankan tugas pengamanan," kata La Rahimu.

Penjelasan mengenai kronologi pengamanan serta desakan situasi di lapangan diutarakan oleh Serka La Rahimu.

"Kami tidak tahu mereka dari mana. Kami juga belum mengetahui apa isi bambu itu. Sebagai pengawal tentu kami memastikan apa yang mereka bawa," katanya.

Sikap gigih mahasiswa yang berkeras menyerahkan surat bambu secara langsung diklaim menjadi pemicu kekhilafan emosi saat bertugas.

"Saya sudah beberapa kali menyampaikan supaya bertemu di kantor, bukan di situ. Tapi mereka tetap ngotot. Sampai akhirnya saya keceplosan mengatakan, 'Ose ini manusia ka monyet'," ujarnya.

Permohonan maaf secara terbuka diulangi kembali agar persoalan tersebut tidak menimbulkan pemicu konflik antardaerah di wilayah Maluku.

"Saya mohon maaf. Saya berharap persoalan ini tidak dipelintir. Tidak ada niat saya menghina basudara di Seram Utara," ujarnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung