Berita, Nasional

Pengamat Unhas Sebut Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa Tak Otomatis Selesaikan Krisis Ekonomi Nasional

Repelita.id

14 September 2026 20:38 WIB

Pengamat Unhas Sebut Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa Tak Otomatis Selesaikan Krisis Ekonomi Nasional
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Dinamika perombakan kabinet di sektor ekonomi nasional memunculkan berbagai pandangan kritis dari kalangan akademisi perguruan tinggi.

Salah satu analisis mendalam datang dari pengamat ekonomi Universitas Hasanuddin, Prof Anas Iswanto Anwar, menanggapi pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru pada hari Senin, 14 September 2026.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan bahwa langkah pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi kepemimpinan fiskal tidak serta-merta menjadi solusi instan untuk menyelesaikan seluruh persoalan perekonomian negara.

Menurutnya, pergantian figur pejabat tinggi negara memang merupakan hak prerogatif kepala negara, namun substansi kebijakan yang mendasari arah perekonomian jauh lebih menentukan.

“Apakah setelah pergantian ini kebijakan ekonomi pemerintah menjadi lebih konsisten?” kata Anas kepada fajar.co.id, Senin (14/9/2026).

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa pemegang tampuk kepemimpinan keuangan yang baru harus dihadapkan pada pekerjaan rumah besar mulai dari kredibilitas anggaran hingga pemulihan kepercayaan investor.

“APBN semakin kredibel, koordinasi fiskal-moneter membaik, dan kepercayaan dunia usaha serta investor kembali meningkat?” ujarnya menjabarkan tantangan tersebut.

Pengamat senior tersebut memandang bahwa momentum perombakan kabinet ini seharusnya diterjemahkan sebagai evaluasi total terhadap haluan kebijakan makroekonomi secara menyeluruh.

“Karena itu, saya melihat pergantian ini sebagai momentum evaluasi terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah, bukan sekadar evaluasi terhadap seorang Menteri Keuangan,” ucapnya menegaskan.

Ia mengingatkan bahwa rotasi jabatan di level menteri tidak akan memberikan dampak signifikan apabila formula kebijakan dasar yang diterapkan masih menghadapi hambatan yang sama.

“Kalau kebijakan dasarnya tidak berubah sementara tekanan ekonomi tetap sama, pergantian figur tidak akan banyak menyelesaikan persoalan,” imbuhnya.

Oleh karena itu, langkah pergantian pejabat ini perlu dikawal dengan perbaikan struktural yang konsisten guna memperkuat fondasi fiskal dalam jangka panjang.

“Pergantian ini perlu diikuti konsolidasi kebijakan, disiplin fiskal yang lebih kuat, komunikasi pemerintah yang lebih konsisten, dan keberanian mengevaluasi program yang membebani APBN,” jelasnya.

Jika seluruh langkah penataan tersebut dapat dieksekusi dengan baik, kehadiran figur baru di kementerian diyakini mampu memulihkan keyakinan pasar domestik maupun internasional.

“Maka Suahasil dapat menjadi figur yang membantu mengembalikan kepercayaan pasar,” pungkasnya.

Sementara itu, Suahasil Nazara sendiri mengakui bahwa penunjukan dirinya sebagai pengelola keuangan negara merupakan mandat besar yang datang secara mendadak dari kepala negara.

"Tentu ini adalah bentuk kepercayaan dari Bapak Presiden dan dari negara Republik Indonesia kepada saya, dan saya menyampaikan terima kasih untuk kepercayaan tersebut. Dan semoga juga bisa menjalankan amanah yang diberikan oleh Bapak Presiden," kata Suahasil usai pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta.

Ia menyebutkan bahwa kabar penunjukan tersebut baru diterimanya pada pagi hari sebelum akhirnya mengikuti rangkaian pelantikan resmi di istana pada sore harinya.

"Saya disampaikan tadi pagi dan untuk bersiap untuk pelantikan pada sore hari ini," ujarnya menutup keterangan pers.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung