Repelita [Jakarta] - Agenda konsolidasi kelompok relawan pendukung rezim lalu bersama sang mantan pemimpin dipandang sarat muatan politis berbau konspirasi.
Pakar pengamat kebijakan menduga kuat pertemuan tersebut mengarah pada upaya sistematis menggulingkan tampuk pimpinan nasional yang sah.
ADVERTISEMENT
Analisis tajam tersebut diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies Jerry Massie kepada awak media, Rabu.
"Ini jelas makar lantaran narasi yang dilontarkan sangat tendensius, pemerintah Prabowo tapi bukan Gibran, tak akan sampai 2029 atau dipercepat sebelum pilpres," kata pakar politik dari American Global UnIversity ini.
Lontaran kalimat mengenai batas akhir masa jabatan kepala negara ditengarai menjadi sinyal kuat rencana pelengseran di tengah jalan.
Gerakan demonstrasi mahasiswa dikhawatirkan bakal disusupi kepentingan terselubung demi melanggengkan syahwat kekuasaan kelompok tertentu.
"Saya kira mahasiswa jadi kuda troya dan menjadi tunggangan politik demi kekuasaan. Di sisi lain Budi menyebut ada yang ingin membuat hubungan Prabowo retak atau mengadu-domba;" kata dia.
Perilaku manuver politik kelompok relawan tersebut diibaratkan bagaikan duri dalam daging yang membahayakan stabilitas internal pemerintahan.
Sang tokoh relawan dinilai memainkan siasat berlapis demi menyelamatkan kepentingan pribadi di balik kedok dukungan semu.
"Saya mau katakan Ada udang di balik Budi dan Budi Arie berbulu domba. Tapi lucunya dia bermain dua kaki bahkan tiga kaki dengan mengatakan Projo akan mendukung Prabowo," ujar Jerry.
Kepala negara diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap gerak-gerik para loyalis rezim pendahulu yang bercokol di berbagai sektor.
Langkah pencopotan jabatan strategis dinilai sudah tepat guna mengamankan jalannya roda pemerintahan dari ancaman sabotase terselubung.
"Tangkap Budi Arie yang sempat disebut-sebut terlibat Judi online (judol) waktu lalu dan kali ini ada upaya makar atas Presiden Prabowo. Anehnya Jokowi diam tanda setuju pernyataan Budi," tegasnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok