Berita, Nasional

Pengamat: Kemarahan JK ke Jokowi Bentuk Teguran, Jika Tak Bisa Balas Jasa ya Diam Saja

Repelita.id

21 April 2026 23:40 WIB

Pengamat: Kemarahan JK ke Jokowi Bentuk Teguran, Jika Tak Bisa Balas Jasa ya Diam Saja
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Publik mulai bertanya-tanya tentang sikap Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, yang memperlihatkan kemarahan soal suksesi Joko Widodo sebagai Presiden ke-7 RI pada Pilpres 2014.

Pengamat politik Citra Institute, Efriza, mengatakan bahwa salah satu pertanyaan yang muncul di publik adalah terkait maksud JK mengungkap peranannya dalam suksesi Jokowi.

ADVERTISEMENT

“Tindakan JK membuka chat pribadi juga bukan sekadar luapan emosional semata,” ujar Efriza kepada RMOL di Jakarta pada Selasa, 21 April 2026.

Ia tak memungkiri bahwa ada kesan JK mulai terusik dengan kelompok pendukung Jokowi yang kerap disebut dengan istilah Ternak Mulyono (Termul).

Karena itu, Efriza memandang kemarahan JK di hadapan publik soal Jokowi ditujukan untuk mempertegas kembali posisinya di kancah politik nasional.

“Tetapi ini juga strategi komunikasi politik JK untuk menegaskan legitimasi historis dan membangun tekanan moral kepada pihak-pihak tertentu yang notabene pendukung loyal Jokowi,” tuturnya.

Lebih dari itu, Magister Ilmu Komunikasi Politik Universitas Nasional itu memperkirakan bahwa JK sedang menegur langsung Jokowi.

Tujuannya adalah untuk mengingatkan presiden ke-7 tersebut agar para pendukungnya tidak mengusik dirinya.

“Ini menunjukkan adanya ketegangan JK yang tidak lagi sepenuhnya takut, khawatir, maupun memilih menutup perannya yang besar bagi Jokowi. Sekaligus, menunjukkan JK itu berperan penting dalam karier Jokowi,” urainya.

“Jika tidak bisa balas jasa terhadap JK, maka sebaiknya diam. Itu pesan tersurat dari pernyataan JK,” demikian Efriza menambahkan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung