Berita, Nasional

Pengamat Desak Prabowo Pecat Dadan Hindayana dari Kepala BGN

Repelita.id

24 April 2026 13:00 WIB

Pengamat Desak Prabowo Pecat Dadan Hindayana dari Kepala BGN
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Polemik seputar kinerja dan penggunaan anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali memanas menjadi perbincangan publik dalam beberapa waktu terakhir.

Sorotan utama tertuju pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pernyataan Kepala BGN Dadan Hindayana yang dinilai asal-asalan, hingga pengelolaan anggaran yang dianggap tidak tepat sasaran.

ADVERTISEMENT

Penggunaan dana BGN yang paling ramai diperbincangkan meliputi pengadaan motor listrik sebesar Rp 1,2 triliun serta sewa event organizer (EO) yang mencapai angka Rp 113 miliar.

Selain itu, publik juga menyoroti pembelian kaos kaki senilai Rp 6,9 miliar serta pengadaan semir dan sikat semir sepatu yang menghabiskan anggaran Rp 1,5 miliar.

Sebagian besar dari dana tersebut ternyata bersumber dari alokasi dana pendidikan, sehingga menuai kritik tajam karena dinilai tidak berorientasi pada peningkatan gizi anak.

Publik juga belum melupakan momen kontroversial ketika Dadan Hindayana terlihat bersantai bermain golf di saat sebagian masyarakat Sumatera tengah tertimpa bencana alam.

Kondisi ini semakin memperkuat gelombang tuntutan agar Presiden Prabowo Subianto segera bertindak tegas menyikapi berbagai persoalan yang terjadi di tubuh BGN.

Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai bahwa penjelasan semata tidak lagi cukup untuk merespons berbagai masalah yang menggunung di BGN.

“Polemik penggunaan anggaran BGN tidak cukup dengan penjelasan, tetapi dengan memecat Dadan dan kawan-kawan. Penggunaan anggaran yang tidak tepat sasaran tidak cukup hanya dengan jawaban. Presiden Prabowo Subianto harus mengambil tindakan dengan mencopot Dadan Hindayana dan kawan-kawan karena sudah gagal menjalankan amanah yang diberikan,” ujar Fernando Emas dalam keterangannya pada Kamis (23/4).

Ia mendorong secara kuat agar Presiden Prabowo ke depannya lebih selektif dalam menempatkan orang-orang pada posisi-posisi strategis di kabinetnya.

Hal ini dinilai sangat penting, terutama untuk posisi-posisi yang menyangkut program unggulan presiden yang menyentuh langsung kepentingan rakyat.

“Saya berharap Presiden Prabowo lebih selektif menempatkan orang pada posisi strategis di kabinetnya, apalagi menyangkut program unggulannya,” tegas Fernando Emas mengakhiri pernyataannya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung