Repelita Sambas - Warga Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, dibuat geger oleh kemunculan benda bercahaya terang yang melintas di langit pada Selasa (7/4/2026) malam, fenomena yang sempat memicu beragam spekulasi dari meteor hingga dugaan benda luar angkasa yang jatuh ke bumi.
Peneliti Astronomi-Astrofisika dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, memberikan penjelasan terkait peristiwa langit tersebut dengan menyebut objek bercahaya itu kemungkinan merupakan meteor berukuran besar atau fireball yang melintas di atmosfer bumi.
ADVERTISEMENT
“Diduga itu meteor besar atau fireball. Cahayanya terlihat makin terang saat melintasi awan yang memantulkan cahaya,” ujar Thomas dikutip pada Minggu (12/4/2026).
Ia menjelaskan secara visual meteor memiliki karakteristik berbeda dibandingkan sampah antariksa buatan manusia yang terbakar di atmosfer, di mana sampah antariksa umumnya pecah menjadi beberapa bagian saat memasuki atmosfer sehingga terlihat seperti objek beriringan sementara meteor cenderung tetap utuh saat melintas.
“Kalau sampah antariksa biasanya pecah dan terlihat beriringan. Meteor itu lebih cepat dan tidak pecah,” jelasnya.
Terkait sistem pemantauan, Thomas mengungkapkan bahwa saat ini belum tersedia sistem khusus untuk mendeteksi masuknya asteroid atau meteor ke atmosfer di Indonesia, di mana laporan awal justru kerap berasal dari masyarakat yang merekam kejadian tersebut.
“Untuk saat ini, biasanya informasi awal justru berasal dari laporan atau rekaman video masyarakat,” tambahnya.
Ia menyebutkan riset teknologi infrasound yang sedang dikembangkan berpotensi menjadi dasar sistem pemantauan di masa mendatang, sementara dari hasil analisis sementara objek tersebut diperkirakan berasal dari batuan alami di luar angkasa.
“Meteor itu berasal dari sisa-sisa pembentukan tata surya,” ungkap Thomas.
Thomas juga menjelaskan bahwa dampak meteor bergantung pada ukuran dan lokasi jatuhnya, di mana jika berukuran besar dan mencapai permukaan bumi bisa menimbulkan kawah tumbukan.
Namun untuk peristiwa yang terjadi di Sambas, masyarakat diminta tidak perlu khawatir karena fenomena seperti ini adalah kejadian biasa yang sering terjadi.
“Tidak perlu khawatir. Fenomena seperti ini adalah kejadian biasa yang sering terjadi,” tegasnya.
Ia menambahkan kemungkinan objek tersebut hanya melintas di atmosfer atau jatuh di lokasi tertentu yang tidak terpantau, tergantung pada arah lintasannya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok