Berita, Viral Sosmed

Penangkapan Kepala Kantor BPN Berbuntut Dugaan Keterlibatan Menteri ATR Nusron Wahid yang Mangkir Pemanggilan Sebanyak 2 Kali Oleh KPK

Repelita.id

19 October 2026 17:14 WIB

Penangkapan Kepala Kantor BPN Berbuntut Dugaan Keterlibatan Menteri ATR Nusron Wahid yang Mangkir  Pemanggilan Sebanyak 2 Kali Oleh KPK
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi dilaporkan tengah memperluas jangkauan investigasi perkara rasuah agraria pasca dilakukannya penangkapan terhadap sejumlah pimpinan wilayah administrasi pertanahan di berbagai daerah penyangga ibu kota.

ADVERTISEMENT

Langkah hukum tersebut ditempuh setelah penyidik memperoleh keterangan krusial dari para tersangka yang mengarah pada keterlibatan pimpinan tertinggi kementerian terkait sebagai episentrum dari mata rantai penyuapan.

Ulasan teoretis serta data perkembangan penanganan kasus korupsi korporasi tersebut dibagikan secara luas di ruang digital oleh akun @rafly_84.

"Berawal dari penangkapan bbrpa kepala kantor JABODETABEK, KPK memeriksa smua kepala kantor BPN ( Nasional ) Dugaan kuat berdasarkan keterangan tersangka, dibalik smua tindakan korupsi adalah NUSRON ( Menteri ATR/BPN )" tulis akun @rafly_84.

Ia menambahkan sebuah informasi mengejutkan mengenai keberadaan sang menteri yang mangkir dari kewajiban hukum memenuhi panggilan resmi penyidik dan diduga telah melintasi batas teritorial negara.

"Saat ini Nusron telah mangkir pemanggilan sebanyak 2x oleh KPK dan menurut informasi Di duga NUSRON Telah melarikan diri keluar negri." jabar akun @rafly_84 dalam kiriman yang diunggah pada 19 Oktober 2026.

Lebih lanjut, akun tersebut menyayangkan adanya jurang pemisah sosial yang teramat dalam akibat maraknya praktik penyalahgunaan anggaran keuangan milik negara demi menyokong kemewahan pribadi oknum tertentu.

"Bnyak oknum Pejabat menikmati hasil uang rakyat dngan bergaya hidup glamor, ttpi masyrakt kecil yg hnya untk bertahan hidup tidak diperhatikan." kesalnya.

Unggahan mengenai spekulasi pelarian sang menteri seketika memancing beragam reaksi kekecewaan serta ulasan bernada keprihatinan mendalam dari para pengguna internet di kolom komentar.

Salah satu warganet melayangkan sebuah pandangan spiritual normatif agar penerapan sanksi hukum di tanah air dapat mengacu secara konsisten pada instrumen hukum agama.

"Hukum sesuai syariat ISLAM" tulis akun @endangsanusipsi.

Di sisi lain, ungkapan bernada keterkejutan yang masif mendominasi ruang diskusi digital setelah masyarakat membaca kabar mengenai menghilangnya sang pejabat kementerian.

"Whattt Nusron melarikan diri ke luar negri..??!" tulis akun @aminnugraha7 dengan nada tidak percaya.

Kecaman keras juga turut dialamatkan warganet terhadap lingkaran kroni sang birokrat yang dinilai menjadi pemicu utama dari merosotnya tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat kecil.

Netizen mengaitkan beban pungutan liar serta kenaikan tarif pengurusan berkas administrasi pertanahan di lapangan sebagai akibat langsung dari keserakahan koruptor.

"Kutukan apalagi yang pantas diberikan ke Nusron Wahid beserta kroni kroninya tsb." sindir akun @kangindra20.

"Efek dari Nusron Wahid tsb lah rakyat dibebani oleh bermacam pajak dan pungli disetiap pengurusan sertifikat tanah dll sebagai nya." pungkas akun @kangindra20 mengakhiri rangkaian ulasan di kolom interaksi digital.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok





View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung