Berita, Internasional

Pemerintah Diminta Ambil Tindakan Tegas Kepada Israel Imbas Terbunuhnya Prajurit TNI, Hilmi: Segera Keluar dari BoP

Repelita.id

31 March 2026 22:15 WIB

Pemerintah Diminta Ambil Tindakan Tegas Kepada Israel Imbas Terbunuhnya Prajurit TNI, Hilmi: Segera Keluar dari BoP
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Ustaz Hilmi Firdausi meminta pemerintah mengambil tindakan tegas kepada Israel menyusul gugurnya tiga prajurit TNI dalam serangan di Lebanon, dengan mendesak Indonesia segera keluar dari keanggotaan Board of Peace (BoP) sebagai bentuk perlawanan terhadap agresi Zionis.

“Innalillah wa innailaihi rooji’uun. Setelah Praka Farizal Rhomadhon gugur, sekarang Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Ikhwan juga dipastikan gugur saat bertugas akibat serangan Israel la’natullah,” kata Hilmi dalam unggahannya di X pada Selasa (31/3/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menyoroti minimnya respons dari Panglima TNI setelah gugurnya para prajurit yang bertugas dalam misi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Bagaimana ini?! Putra-putra terbaik bangsa tewas diserang zionis, tapi belum ada statement apapun dari Panglima tertinggi TNI,” ujarnya.

Hilmi menegaskan bahwa kehormatan bangsa sedang dipertaruhkan sehingga pemerintah harus mengambil langkah konkret sebagai respons atas terbunuhnya prajurit TNI.

“Ayo pak, kehormatan bangsa ini dipertaruhkan. Pemerintah harus ambil tindakan tegas kepada Israel seperti segera keluar dari BoP,” pungkasnya.

Pada Ahad (29/3/2026), Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) melaporkan seorang penjaga perdamaian tewas dan seorang lainnya terluka setelah proyektil menghantam posisi UNIFIL di dekat kota Adshit al-Qusayr, Lebanon selatan.

Kantor berita nasional Lebanon (NNA) melaporkan bahwa penembakan artileri Israel menargetkan markas unit UNIFIL Indonesia di kota yang sama.

Pada Senin (30/3/2026), dua pasukan penjaga perdamaian kembali tewas dan dua lainnya terluka termasuk satu dalam kondisi kritis dalam ledakan yang menargetkan kendaraan mereka di Lebanon selatan.

Dalam pernyataan resminya, UNIFIL menyebut kedua tentara tersebut tewas dalam ledakan yang tidak diketahui asalnya yang menghancurkan kendaraan mereka di dekat kota Bani Hayyan, distrik Marjeyoun.

“Kami menegaskan kembali bahwa tidak seorang pun boleh kehilangan nyawa saat bertugas untuk tujuan perdamaian,” demikian pernyataan UNIFIL dikutip Anadolu.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung