Repelita Jakarta - Atlet lari lintas alam asal Tiongkok Yu Biao mencuri perhatian publik internasional usai membentangkan bendera Palestina persis di garis akhir perlombaan lintas alam OCC pada ajang bergengsi UTMB Mont-Blanc.
Sambil memamerkan simbol bendera tersebut Yu Biao turut memperagakan gestur menutup bagian mulut menggunakan telapak tangannya.
ADVERTISEMENT
Aksi simbolis pembungkaman bibir tersebut dilancarkan sebagai penanda kritik tajam atas sikap diam membisu dunia global terhadap tragedi kemanusiaan serta kejahatan perang di Kawasan Gaza.
Momen demonstrasi solidaritas itu diperagakan saat dirinya berhasil menuntaskan rute Orsieres-Champex-Chamonix yang menjadi salah satu deretan ajang paling diperhitungkan dalam festival lari ekstrem pegunungan.
Kompetisi lintasan OCC sendiri membentang melintasi wilayah tiga negara Eropa mencakup Swiss Italia dan Prancis dengan daya jelajah mencapai 56 kilometer serta tanjakan curam setinggi 3.500 meter di kawasan Pegunungan Alpen.
Aksi berani yang ditunjukkan oleh pelari asal Asia tersebut langsung mendadak tular di berbagai ruang media sosial hingga menyulut gelombang simpati luas dari pegiat kemanusiaan dan pencinta olahraga lintas negara.
Meski demikian sorotan tajam dan tanggapan beragam meramaikan unggahan di jejaring sosial X Lint3dv seperti dilontarkan akun Lin.
"China sedang melakukan pembantaian di Tibet dan Turkestan Timur. Sebagai orang Tionghoa, bukankah seharusnya kita bicara dulu soal Tibet dan Turkestan Timur sebelum Gaza?"
Sikap kritis senada disampaikan pengguna akun Supermat MattiasVersteg1 kejanggalan aksi protes atlet tersebut.
"Bukankah memang China yang menduduki Tibet selama beberapa dekade, bukan? Yang memenjarakan Uighur? Yang ingin menyerbu Taiwan? Dan masih banyak lagi."
Sentilan tajam juga diutarakan warganet lain melalui akun Chrisgab Chrisgab16
"Si seulement il pouvait commencer par se soucier des Tibétains et des Ouigours Force aux peuples asservis par le communisme"
Sementara itu nada sindiran keras terlontar dari akun La belle langue labellelangue mempertanyakan konsistensi kepedulian sang atlet.
"LOL. Et le genocide des Ouïghours ? Le mec est chinois, il vit dans un pays totalitaire où pour le coup il y a vraiment un genocide et il fait ça. Je me demande si c’est de l’IA ou si les gens deviennent de plus en plus manipulables et cons"
Sorotan mengenai ketimpangan isu kemanusiaan yang diangkat turut disuarakan oleh pengguna akun vincenzoG616737
"Bagaimana dengan tuan ini, apakah dia mengecam genosida terhadap Uighur atau pendudukan ilegal Tibet? Tidak, tentu saja tidak."
Pertanyaan singkat namun menohok ikut ditinggalkan netizen melalui unggahan akun LilooF34
"Ada pesan untuk Orang Uighur?"
Rangkaian reaksi berantai di ranah digital tersebut menunjukkan betapa aksi solidaritas kemanusiaan di panggung olahraga internasional kerap memicu perdebatan sudut pandang mengenai konsistensi Isu HAM di berbagai belahan dunia.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Chamonix 🇫🇷: Le coureur chinois Yu Biao lève le drapeau palestinien 🇵🇸 sur la ligne d'arrivée de l'OCC UTMB! ✊️
— Juliette Delorme (@DelormeJul11265) August 4, 2026
Main sur la bouche contre le silence sur les massacres à Gaza! Un geste fort depuis les Alpes! La Chine solidaire! Le sport n'est pas neutre! 🇨🇳🤝🇵🇸🔥 pic.twitter.com/MUbngecvil