Berita, Viral Sosmed

Pegiat Media Sosial Kecam Kadisdik Kalteng Karena Dinilai Lebih Utamakan Dapur MBG Ketimbang Keselamatan Siswa

Repelita.id

31 August 2026 23:12 WIB

Pegiat Media Sosial Kecam Kadisdik Kalteng Karena Dinilai Lebih Utamakan Dapur MBG Ketimbang Keselamatan Siswa
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kebijakan instansi pendidikan tingkat regional di pulau kalimantan mendadak menuai kecaman pedas dari pegiat media sosial usai rekaman rapat internal bocor ke ruang publik.

Sorotan tajam tersebut bermula dari keengganan pejabat tinggi dinas pendidikan setempat untuk menerapkan metode belajar jarak jauh di tengah bencana kabut asap pekat demi kelangsungan program pembagian makanan bergizi.

ADVERTISEMENT

Kritik pedas atas kontroversi kebijakan tersebut dilayangkan secara terbuka oleh pegiat media sosial lewat unggahan akun @ChusnulCh__

tertanggal 31 Agustus 2026.

Kegusaran pengamat dunia maya tersebut dituangkan melalui kutipan kalimat, “MBG ada agar anak-anak sehat Anak-anak dikorbankan agar dapur MBG tetap jalan,”.

Kejanggalan logika pejabat pendidikan yang lebih mementingkan keberlangsungan operasional dapur umum ketimbang keselamatan kesehatan jiwa peserta didik dipertanyakan secara terbuka.

Pernyataan bernada keheranan terhadap prioritas pemerintah daerah disampaikan melalui kutipan kalimat, “Min @Gerindra, setahu saya MBG itu dibuat presiden @prabowo agar anak-anak bisa sehat, tapi kenapa yang ini anak-anak yang dikorbankan agar dapur MBG tetap ada?” dan “Kalian pilih mana, anak-anak sakit atau dapur MBG mati?”.

Keyakinan terhadap komitmen kepala negara dalam melindungi keselamatan generasi muda bangsa ditegaskan kembali lewat seruan terbuka kepada akun resmi partai pendukung pemerintah.

Harapan agar pimpinan tertinggi mengambil tindakan tegas tertuang dalam kutipan kalimat, “Saya yakin presiden Prabowo akan pilih anak-anak tetap sehat. Tolong ditegur min,”.

Polemik tersebut berakar dari bocornya rekaman pertemuan virtual tatap muka yang memperlihatkan kekhawatiran birokrat terhadap kelanjutan suplai logistik makanan gratis apabila aktivitas belajar mengajar dihentikan.

Pertimbangan kontroversial mengenai dampak penutupan sekolah diungkapkan lewat kutipan kalimat, “Ketika sekolah diliburkan, berpengaruh dengan dapur-dapur MBG. Bapak ibu saya harap punya kebijaksaaan juga,”.

Kekhawatiran tambahan mengenai lumpuhnya aktivitas ekonomi kantin sekolah serta asumsi anak didik akan mendatangi tempat hiburan saat libur darurat turut menjadi dasar alasan pejabat tersebut menolak meliburkan sekolah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung